Raup Keuntungan Hingga Rp 500 Jutaan, Delapan Driver Tuyul Diringkus Polisi

METROTANGSEL.COM, Serpong – Delapan driver Go Car ini benar-benar menikmati aksi mereka, meraup pundi-pundi rupiah senilai hampir Rp 500 juta hanya dengan duduk santai, sambil ngopi dan merokok di sebuah warung kopi.

Empat bulan beraksi, sindikat driver tuyul itu akhirnya diamankan team vipers Polres Tangsel, berikut sejumlah barang bukti. Atas perbuatanya, mereka diancam hukuman 12 tahun penjara.

Delapan pelaku sindikat penipuan aplikasi Gojek dan Gocar dengan modus order fiktif itu, terdiri dari Bima Alan Buana, Achmad Arif Febi, Dian Azhari, Felix Prastama Yudian Bangsa, Irfan, Madi Asmad, Siti Hodijah, dan Taufik Kurniawan.

Dalam aksinya, sindikat ini berhasil menjebol poin sekira Rp.500 juta, setelah aksi mereka diendus pihak PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Akab), kantor pusat Gojek dan Go Car yang langsung melapor ke polisi.

Menurut Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, aksi kawanan pelaku ini, dijalankan di warung kopi pinggir Jalan Yapen Raya, Rawa Mekar Jaya. Masing-masing pelaku, saling membagi tugas satu sama lain.

“Mereka jaringan. Ada delapan orang yang ditangkap dengan berbagai perannya. Ada yang jadi pengorder gojek, pengemudi gojek, dan penyiapan perangkat perbuatan itu,” kata Ferdy, di Polres Tangsel, Senin, (22/7) sore.

Barang bukti yang diamankan, lanjit Ferdy, 28 android dengan berbagai merk untuk mengorder Gojek, laptop dan chargernya, serta enam ATM berbagai bank untuk menerima poin yang didapat dari pemesanan fiktif berhasil diamankan polisi.

“Modus operandinya, mereka berbagi tugas untuk melaksanakan order fiktif ke aplikasi Go car dan Gojek seolah-olah pemesanan ke aplikasi Gojek dan Go car. Tetapi sebenarnya pemesanan itu tidak ada,” ungkapnya.

Pembobolan poin Go car dan Gojek tersebut, dilakukan dengan aplikasi gelap yang ternyata bisa didownload secara bebas oleh masyarakat melalui Playstore smartphone.

“Mereka memakai aplikasi Fake GPS. Jadi, itu yang terdata diaplikasi Gojek dan Go car di dalam menerima orderan. Kemudian berpindah mengantar penumpang. Padahal, itu fiktif dijalankan dari warung,” paparnya.

Dalam sehari, kawanan ini bisa menjebol sedikitnya 30 poin dari aplikasi Gojek dengan nilai Rp200 ribu, dan 21 poin untuk Go car dengan nilai sekira Rp400 ribu. Jumlah itu, dikali masing-masing driver.

“Jadi, tujuan mereka mengejar poin aplikasi Gojek dan Go car. Aksi ini sudah dilakukan selama 4 bulan oleh pelaku. Akibat aksi ini, Gojek dan Go car mengalami kerugian hingga Rp500 juta,” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here