Satlantas Polres Tangsel Sebut Angka Kecelakaan Lalin Didominasi Anak Dibawah 17 Tahun

METROTANGSEL.COM, Pondok Aren– Kasus kecelakaan lalulintas di Kota Tangsel yang melibatkan anak usia 10-17 tahun ternyata cukup dominan.

“Justru angka kecelakaan, anak-anak pelajar memang paling banyak dia. Paling banyak usia produktif ya, dari usia 10-17 tahun memang paling banyak di Tangsel ini,” ujar Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin Hanggara, selepas bermain bersama anak-anak siswa Tunas Indonesia, Pondok Aren, Selasa (23/).

Dijelaskan Lalu, anak-anak kerap melanggar lalulintas karena mereka ini, belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) terutama saat mereka berangkat ke sekolah.

Anak-anak secara psikologis juga, akan terbebani ketika terlibat kecelakaan dengan pengendara lain. “Karena kan anak-anak ini secara psikologis belum mampu untuk mengendarai kendaraan bermotor,” jelasnya.

“Anak-anak banyak menggunakan sepeda motor ya, dia belum memiliki SIM. Dia berangkat sekolah banyak menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Lalu, pihaknya kerap mengimbau pihak sekolah untuk memberikan edukasi kepada orangtua dan pelajar agar tidak menggunakan motor sebelum memiliki SIM.

“Sudah kita imbau kepada pihak sekolah untuk sama-sama menjelaskan kepada orang tua, kepada anak untuk tidak menggunakan sepeda motor yang memang belum anak tersebut belum punya izin mengendarai kendaraan tersebut,” ujarnya.

Ajak Anak-anak Siswa Tunas Indonesia Bermain Ular Tangga

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Selasa (23/7), jajaran Satlantas Polres Tangsel, berkesempatan mengajak anak-anak TK Tunas Indonesia, Pondok Aren bermain ular tangga.

Ular tangga yang sudah didesain memiliki nilai edukatif, sehingga tidak secara langsung mengajarkan anak usia dini ini mengenal rambu-rambu lintas.

Menurut Kepala Sekolah Tunas Indonesia, Ade Rosma Manalu, kegiatan itu sangat positif untuk anak-anak.

“Karena adanya kegiatan ini anak-anak juga jadi senang, tahu aturan berlalu lintas, rambu-rambunya, jadi sejak dini mereka mematuhi peraturan lalu lintas,” katanya.

BPR Syariah Usulan PT PITS Tahap Finishing, OJK Mulai Uji Kelayakan Enam Calon Direksi

Lanjut Ade, mereka mendapatkan permainan yang nature, permainan yang jauh lebih baik dari pada gadget. “Jadi mereka tau bagaimana cara bermain ular tangga ini dan juga mereka tau ada aturanya. Ada reward nya di dalam step itu,” ujar, Ade Rosma Manalu.

Puluhan siswa yang terdiri dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) kelas 1 dan 2 itu terlihat antusias mengikuti permainan bersama beberapa petugas kepolisian.

“Jenis ular tangga tertib lalu lintas ini sama halnya dengan permainan ular tangga, tapi di situ poin-poinnya kita rubah dengan nilai-nilai dalam berlalu lintas,” jelas Lalu.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here