Nego Harga Tanah Pelik, Disperkimta Yakin Pengembang Bisa Tuntaskan Kewajiban

Teddy Meiyadi

METROTANGSEL.COM, Setu – Tiga pengembang besar dan warga Kampung Curug RT 01/01, Babakan, Setu, Tangsel masih terlibat negosiasi pelik terkait kesepakatan harga tanah yang bakal dijadikan lahan TPU Sari Mulya.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Perkimta, Teddy Meiyadi mengatakan, pemkot dan tiga pengembang besar yakni BSD, Alam Sutera dan Bintaro di Balekota, Selasa (23/7), diajak duduk bersama membahas kelanjutan keharusan mereka segera membeli sisa lahan bakal TPU Sari Mulya.

“Dari pertemuan kemarin, pengembang mengaku masih agak keberatan dengan harga tanah yang disodorkan warga. Range harga yanh ditawarkan antara Rp 500-1,5 juta. Harga ini masih coba dipress lagi. Makanya belum ada titik temunnya,” ungkap Teddy ditemui kawasan Intermark, Serpong.

“Pemkot hanya sebagai fasilitator dalam hal ini. Kita menyerahkan sepenuhnya kepada pengembang terkait pembelian lahan ini. Kita tetap optimistis akhir tahun masalah tanah beres, 2020 mulai pembangunan hingga akhir tahun bisa digunakan,” sambung sosok low profile yang juga Asda III ini.

Tiga Pengembang Besar Sudah Booking 13 Hektare TPU Sari Mulya

Lanjut Teddy, selain pengembang besar, pengembang kecil juga ikut didorong merampungkan sisa 13 hektare bakal lahan TPU ini. Sejauh ini, jelas mantan Kepala Bappeda ini, tiga developer besar berbagi jatah.

“Bintaro Jaya akan membeli 5,2 hektar, BSD 4,4 hektare dan Alam Sutera 2 hektare. Totalnya 11,6 hektare. Sisanya dari pengembang-pengembang kecil,” tegasnya.

“Alam Sutera ada yang sudah duluan diserahkan, jadi sisanya 2 hektare. Kan progam ini sudah berjalan sejak 5 tahun lalu. Makanya tahun ini harus bisa selesai masalah lahan,” tutupnya optimistis.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here