Edaran Kepala Dinas tak Dianggap, Sekolah Membandel “Kucing-kucingan” Jual LKS

METROTANGSEL.COM, Pamulang – Meski sudah dilarang, beberapa sekolah dasar negeri di wilayah Kecamatan Pamulang, Tangsel, masih saja menjual Lembar Kerja Siswa (LKS). Salah satunya SDN Bambu Apus 01.

Bahkan untuk melancarkan aksinya ini, oknum guru bahkan harus berpura-pura menitipkan LKS kepada pengelola kantin, untuk selanjutnya dijual kepada walimurid. Dengan begitu, akal licik oknum guru tidak terendus.

Salah seorang walimurid yang enggan disebutkan namanya mengaku, harga LKS yang diharuskan beli cukup variatif. Dari satu hingga 10 LKS dihargai Rp 20 ribu dan peruntukannya untuk kelas 1 hingga kelas 6.

“Jika ditotal, untuk kelas dan kelas 3 harganya Rp 120 ribu. Sementara kelas 4,5, dan 6 totalnya Rp 150 ribu untuk 10 buku,” jelasnya.

Praktek jual beli buku tema dan LKS, lanjut walimurid yang selalu menjemput cucunya di SDN Bambu Apus 01 ini, terjadi setiap tahun.

“Kalau tahun sekarang, cara jualnya kaya kucing-kucingan. Ada orangtua yang ke kantin, pasti ditawarkan. Kalau ga ada, diumpetin lagi,” bebernya.

Dikonfirmasi masalah ini, Kepala SDN Bambu Apus 01, Maman menampik dugaan itu. Iya mengaku kemungkinan ada distributor yang menitip bukubke kantin tanpa sepengatahuan dia.

“Sudah dikembalikan ke distributornya, mungkin ada yang beli, uangnya dikembalikan lagi. Saya ga tau distributor nitip buku ke kantin,” kata Maman melalui pesan whatsApp, Kamis (25/7).

“Ini diluar sepengetahuan saya, saya ga pernah mengizinkan. Maaf, saya sedang sakit,” jelasnya mengakhiri pembicaraan dengan metrotangsel.com.

Sementara itu, diketahui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Taryono sejak jauh-jauh hari sudah mengeluarkan edaran larangan jual LKS maupun baju seragam, ditujukan kepada seluruh kepala sekolah dasar maupun SMP Negeri.

Larangan itu mengacu dalam Pasal 181 Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2010 yang menerangkan bahwa, penyelenggara dan tenaga pendidik, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran, serta pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan.

Aturan tersebut juga tercatat dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here