Waduh! Tangsel Ternyata Masih Dianggap Kota Paling “Kumuh” se-Banten,

Muqodas Syuhada, Sekretaris Dinas Perkimta Tangsel

METROTANGSEL.COM, Serpong – Kota Tangerang Selatan yang dalam upayanya menuju Smart City di tahun 2021, ternyata masih jauh dari harapan.

Kota termuda di Provinsi Banten itu ternyata disebut kota “terkumuh” se Provinsi Banten. Pasalnya, hingga saat ini, masih ada sekitar 104 hektare kawasan kriteria kumuh yang tersebar di tujuh kecamatan. Meski jumlah itu sudah berkurang drastis.

Jika dibandingkan dengan data tahun 2016, setidaknya ada 31 kawasan kumuh di Kota Tangsel tersebar di tujuh kecamatan, dengan luas keseluruhan 376.82 hektar

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Mukkodas Syuhada menjelaskan, Kota Tangsel disebut kota “kumuh” berdasarkan sejumlah kriteria.

Antara lain sistem pengelolaan sampah, sistem drainase, akses mobil kebakaran atau jalanan sempit termasuk juga sistem proteksi kebakaran.

Bang Ben : Harmonisnya Kehidupan Antarumat Beragama Disatukan Karena Perbedaan

“Jadi Kota Tangsel itu disebut kota terkumuh se Provinsi Banten, berdasarkan kriteria tadi ya,” ungkapnya kepada metrotangsel.com, Jumat (26/7), saat ditemui di ruang kerjanya.

“Walaupun jalananya sudah bagus, sudah beraspal tapi kalau aksesnya susah dilalui mobil pemadam kebakaran ya dianggap kumuh, walaupun lingkunganya bagus ya. Itu salah satu contohnya,” sambungnya.

Akses jalan, kata dia, menjadi faktor paling berat karena secara kenyataanya, aksesibilitas jalanan di Kota Tangsel masih banyak yang sempit. “Ini juga yang menjadi perhatian. Akses jalanan sempit,” urainya.

Sementara itu, dari total 104 hektare kawasan kumuh ini, yang sudah tertangani pihak pemkot baru 30 hektare. Tercatat, wilayah Kecamatan Setu menjadi kawasan paling kumuh yang mesti ada penataan lebih lanjut. Salah satunya Nambo, di Kelurahan Bababan, Setu.

“Per tahun, anggaran penataan lingkungan perkotaan, salah satunya kawasan kumuh ini mencapai Rp 3,7 miliar. Itu setiap tahun,” tegasnya.

Kendati demikian, Mukkodas optimistis jika pengentasan kawasan kumuh yang menjadi salah satu target RPJMD ini bisa selesai tepat waktu, atau saat periode masa jabatan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie berakhir.

Selain itu, kata dia, penataan kawasan kumuh ini bukan saja tanggungjawab Pemkot Tangsel. Karena pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, juga turut membantu.

“Kita membantu di sistem IPAL atau Instalasi Pengelolaan Air Limbah. Pemerintah pusat membantu dari segi lainnya,” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here