Tata Kawasan “Kumuh”, Begini Salah Satu Solusinya

METROTANGSEL.COM, Balekota – Pemkot Tangsel masih harus berbenah dan kerja keras jika ingin menghilangkan stigma kota “kumuh” sesegera mungkin.

Pasalnya, dibandingkan wilayah lain se Provini Banten, sebaran kawasan kumuh ini ternyata paling banyak di Tangsel.

Setidaknya begitu menurut Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Mukkodas Syuhada. 

Kata dia, cara penataan kawasan kumuh, yang paling gampang dilakukan yakni membuat proteksi kebakaran pasif dan aktif. 

Waduh! Tangsel Ternyata Masih Dianggap Kota Paling “Kumuh” se-Banten,

Misalkan untuk yang pasif salah satunya membuat kolam. Kolam-kolam ini bisa dibuatkan pada masing-masing RT di setiap kelurahan atau kecamatan untuk menampung air.

“Ya paling cepat ya, proteksi pasif ini,” ungkapnya, saat ditemui metrotangsel.com, di ruang kerjanya, Jumat (26/7).

Ketika terjadi kebakaran, sambung dia, warga di permukiman padat penduduk dengan aksesibilitas jalan susah dilalui mobil pemadam kebakaran, bisa memanfaatkan kolam- kolam ini. 

“Sementara untuk penataan jalan, bisa dilakukan cuman butuh proses lama. Ya paling gampang ini, membuat kolam,” tegasnya lagi.

Selain solusi pasif, ada juga solusi aktif yang disarankan dilakukan, yakni aksesibilitas jalan diperlebar. Stake holder lain seperti BPBD, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan bisa membantu dari segi kesiapan SDM. 

“Misalnya, melatih SDM menangani bencana. Bisa melibatkan KSM, ormas, organisasi pemuda. Termasuk cara-cara penggunaan selang kebakaran dan semacamnya,” tandasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here