Aktivis ICW : Pembangunan Fasilitas Publik oleh Pemkot dan Pengembang Jomplang

Ade Irawan

METROTANGSEL.COM, Ciputat – Aktivis anti korupsi, Ade Irawan melontarkan kritikan tajam terkait penataan dan pembangunan faslitas publik di Kota Tangsel.

Ia menilai, pengembang lebih dominan dalam hal ini, sementara pemkot dianggap tidak bisa mengimbanginya.

“Kota Tangsel punya potensi untuk jauh lebih baik. Dengan APBD mencapai hampir Rp 4 triliun, Tangsel harusnya sudah menjadi kota percontohan daerah lain secara nasional,” kritik Ade, usai acara diskusi publik, di salah satu rumah makan Situ Gintung, Ciputat Timur, Sabtu (27/7).

Menurutnya, kepemimpinan yang baik perlu memiliki kemampuan, komitmen atau keberanian, serta inovasi. “Tanpa pemimpin yang kuat, jangan berharap Tangsel bisa lebih baik,” tambahnya.

Salah satu sasaran kritikan aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) ini adalah “jomplang” nya pembangunan fasilitas publik yang dilakukan oleh pengembang dan pemkot. Dan hal itu menurut Ade tidak sebanding.

KPU Ingatkan Caleg Terpilih, Segera Serahkan LHKPN Jika Mau Dilantik

Karena itu, Pemkot Tangsel harusnya bisa introspeksi diri dalam hal ini. “Di Tangsel ada sekolah terbaik, rumah sakit terbaik, pasar percontohan tapi itu yang dibangun swasta, bukan pemerintah daerah,” ketusnya.

Sementara itu, Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah Ali Munhanif menambahkan, pemerintah Tangsel sekarang bukannya tidak berhasil tapi menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa daerah itu ke arah lebih baik.

“Kota Tangsel bisa menjadi lebih baik karena memiliki potensi besar. Kunci untuk membawa sebuah daerah menjadi lebih baik berada pada kepemimpinannya,” tegasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here