Nilai Investasinya Hampir Rp 2 Triliun, Konsultan Korea Fokusi Kajian FS PLTSa Cipeucang

METROTANGSEL.COM, Serpong – Pemerintah Kota Tangsel optimistis rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di atas lahan seluas 5 hektare di TPA Cipeucang, bisa diwujudkan segera.

Jika terwujud dengan sistem ini, maka dipastikan kapasitas pengolahan sampahnya nanti bisa mencapai 800-1000 ton sehari. Sementara sehari-harinya, volume sampah yang dihasilkan di Tangsel mencapai 920 ton.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, perkembangan proyek PLTSa cukup bagus.

Pihak Pemkot Tangsel sudah beberapa kali melakukan presentasi dan pertemuan dengan pemerintah pusat membahas kelanjutan proyek ini. “Sekarang masih dalam on progress,” kata Airin, kemarin.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, persyaratan untuk pembangunan PLTSa yang ditaksir mampu mengolah seribu ton sampah per hari itu relatif sudah dipenuhi semua oleh Pemkot Tangsel.

“Saat ini sudah masuk ke tahap pengajuan Shipping Fee ke Kementerian Keuangan. Kita tinggal nanti menunggu jawabannya apa,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Ben ini.

Lanjut Bang Ben, untuk bisnis ini, kajiannya harus disertai pengajuan Public Develoment Feasebility Study (FS) ke Kementerian Keuangan dalam bentuk fasilitas bentuk PDF.

“Nanti oleh investor, feasebility study ini dikaji kelayakanya oleh konsultan dari Korea. Dari Rp 570 ribu per ton yang dihitung oleh konsultan dari Korea, yang membuat FS nya tadi, fleksibelnya harganya berapa,” jelas Bang Ben.

Benyamin Davnie : Kaum Milenial Harus Kuasai Teknologi

“Kita sih pengenya dibawah Rp 570 ribu, tapi ini kan persoalanya berbicara menciptakan daya tarik oleh investor. Karena nilai investasinya hampir Rp 2 Triliun. Jangka waktu konsensinya diatas 20 tahun, dan lahan yang diminta diatas 5 hektare,” sambungnya.

Sejauh ini, pihak Pemkot Tangsel dalam posisi menunggu progressnya, karena yang menentukan keputusan juga bukan dari Pemkot, melainkan dari pemerintah pusat.

“Dari investor nanti yang mengundangnya dari Kemenkomaritim, gabungan. Kita hanya diundang untuk jadi narasumber saja. Jadi nanti keputusanya dari pusat,” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here