Bisnis Plan BPRS Disarankan Lebih Segmented, Akomodir Kelas Menengah Kebawah

METROTANGSEL.COM, Setu – Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie berharap Direksi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah kelak, bisnis plannya bisa lebih segmented. 

Menyasar kelas menengah kebawah. Pemkot pun siap menyertakan modal awal ke BPRS nanti jika sudah mulai jalan. Kisaranya Rp 10 miliar, tergantung persetujuan DPRD kelak. 

“Untuk badan atau lembaganya, masih dikaji OJk. Begitu juga dengan direksinya, masih harus melalui fit and propert test di OJK,” ungkap Bang Ben, kemarin.

“Tapi intinya yang akan dilahirkan nanti, saya pengennya BPRS ini masuk ke pelaku-pelaku usaha mikro. Kelas menengah kebawah dulu. Tapi tergantung bisnis planya mereka nanti seperti apa,” sambungnya.

Alasan kenapa disarankan kelas menengah kebawah, karena ketika peminjam modal tidak harus menyertakan jaminan.

Berbeda halnya dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang harus ada jaminan.

“Jadi kalau BPRS ini relatif tidak ada jaminan. Palingan usahanya dia nanti. Sementara kalau KUR kan untuk pemodal lebih besar, harus ada jaminan karena modal diatas Rp 25-30 juta. Jadi saya sarankan, main disegmen kelas menengah kebawah dulu,” katanya.

Disinggung berapa modal dasar BPRS ? Bang Ben mengaku pembahasanya belum sampai ke arah sana.

“Belum, belum dihitung penyertaan modalnya. Tergantung bisnis plannya. Bisa antara Rp 5-10 miliar ya. Tapi belum sampai ke titik sana, kita ingin mendapatkan direksi yang kredibel dulu lah,” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here