Dewan Pendidikan : 18 Item Temuan Lapangan Terkait Masalah PPDB Dilaporkan ke Wali Kota

METROTANGSEL.COM, Setu – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun selalu meninggalkan kesan negatif. Salah satunya, dugaan maraknya siswa titipan berbagai pihak.

Ketua Dewan Pendidikan Tangsel, Ngatmin Al Arif kepada metrotangsel.com, kemarin, mengatakan, ada dua klausa yang selalu membuat PPDB setiap tahun selalu tercoreng dan bahkan sangat menyakitkan.

“Dengan aturan apapun, sepanjang ada dua klausa ini, PPDB, tidak akan pernah bersih. Pertama. Titipan. Kedua, tidak konsisten dengan jadwal yang ada,” ungkap Ngatmin.

Dugaan siswa titipan ini, lanjut Ngatmin, memang sulit dibuktikan tapi bukan berarti tidak bisa. Karena baik orangtua maupun sekolah, enggan berbicara.

“Kan PPDB ini dipantau KPK. Kalau orangtua atau sekolah bicara ada siswa titipan, mereka pasti akan dijerat KPK. Makanya, ini salah satu yang menjadi kendala kenapa siswa titipan masih marak setiap tahunya,” jelasnya.

Dewan Pendidikan sendiri selama PPDB berlangsung, juga melakukan penelusuran ke sejumlah sekolah, terkait berbagai hal yang terjadi di dunia pendidikan Tangsel.

Biar Engga jadi Ladang Bisnis Sampingan, Dewan Pendidikan Sarankan Dindikbud Buat LKS Sendiri

“Hasilnya, ada 18 item yang sudah kita laporkan langsung kepada Walikota. Salah satunya dugaan maraknya siswa titipan ini. Juga ada indikasi maraknya siswa pindahan dari sekolah swasta ke sekolah negeri meski tahun ajaran sudah berlangsung. Ini ada juga. Banyak,” tegasnya.

Disinggung kenapa baru sekarang Dewan Pendidikan bersuara? Ngatmin menjelaskan jika tugas utama Dewan Pendidikan ini bukan decision maker alias pembuat keputusan.

“Ada tiga fungsi Dewan Pendidikan yang perlu diketahui. Pertama, mediasi, support dan pengawasan. Jadi bukan decision making sesuai PP Nomor 17 tahun 2010, pasal 192-196. Tugasnya, menerima dan menganalisis. Setelah baru dilaporkan kepada walikota. Jadi, Dewan Pendidikan bukanya tidur,” tutupnya.(sam/asn)

1 COMMENT

  1. Kejadian tahun 2019 lalu tampak nya terjadi kembali pada tahun 2020. Pada masa psbb di kota tangsel Dikbud tangsel telah memberikan jadwal di bukanya daring psbb. Tetapi yang terjadi di lapangan saat ini sama halnya pada pdbb tahun sebelumnya.
    Saya telah mendatangi beberapa sekolah dan mendapatkan informasi bahwa pendaftaran sudah di tutup karena quota penerimaan sudah penuh..padahal pdbb online untuk tingkat sekolah dasar baru akan di buka pada 08 Juni 2020 mendatang.
    Saya sebagai orang tua sangat kecewa dengan keadaan ini.
    Mohon penjelasan dari pihak Dikbud tangsel. Mohon kiranya bisa diambil langkah penanganan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here