Komunitas Padusi Babagi Bangun Rumah Janda Yeka, Kesampingkan Perhatian Mendadak Pemkot

METROTANGSEL.COM, Serpong – Kehidupan memprihatinkan Yeka (38) yang rumahnya reot di sudut perumahan rumah mewah komplek Nusa Loka BSD, cukup menyita perhatian komunitas Padusi Babagi.

Ketua Komunitas Padusi Babagi Masjid Baitul Hikmah Nisa Loka BSD, Ria Hakim mengatakan, pihaknya sudah siap membangunkan rumah Yeka, untuk dia dan empat anaknya.

“Kemarin kita sudah berbicara dengan DKM Baitul Hikmah untuk rencana rumahnya seperti apa, kebetulan ada arsiteknya. Kita sudah siapkan anggaranya. Untuk rumahnya luasnya 5×10 meter persegi,” jelas Ria, kepada metrotangsel.com, Jumat (2/8) ditemui di Masjid Baitul Hikmah.

Lanjut Ria, untuk anggaranya sendiri berdasarkan estimasi tim Padusi Babagi, tidak terlalu banyak. “Perkiraan kita hanya Rp 30 juta an lah ya. Nanti kan, rumahnya itu menggunaka bahan material seperti bedah rumah,” jelas Ria.

Sementara anggota Padusi Babagi, Juju dengan tegas menyindir berbagai pihak yang seolah menjadi “pahlawan kesiangan” berbondong-bondong mencurahkan perhatian kepada Yeka dan keempat anaknya.

“Kemana saja mereka selama ini, pahlawan kesiangan. Masa sudah heboh pemberitaan media baru pada bergerak memperhatikan warganya yang susah,” ketus Juju, yang mengaku kaget pemberitaan media terkait Yeka.

Dikatakan Juju, pahlawan kesiangan yang dimaksud ini bisa saja dari pihak RT maupun pemerintahnya sendiri.

“Kalau RT nya kan masih saudaraan sama ibu Yeka. Kemana saja selama ini dia tidak ada perhatian kepada warganya. Pemerintahnya juga kemana, kok ga ada yang sadar ada warga yang tinggal dalam kesengsaraan,” ketus dia lagi.

Terlepas dari mencuatnya pahlawan kesiangan membantu Yeka, Juju menjelaskan pihaknya akan tetap membangunkan rumah Yeka, seperti rencana awal mereka.

“Akan kita bangun rumahnya. Ukuranya 5×10 meter. Karena total luas tanahnya kan hanya 100 meter lebih dan itu dibagi tiga dengan saudaranya yang lain,” tuturnya.

Disinggung rumah Yeka akan dibantu dibangun oleh pihak Pemkot Tangsel, Juju mengaku tidak mempermasalahkan rencana itu.

“Cuman kita tetap, akan membangun rumah iu Yeka. Sudah ada desain rumahnya. Kebetulan salah satu anggota DKM ada arsiteknya,” urainya.

“Kalau dibangun pemerintah takutnya lama prosesnya. Kan ga mungkin ini ibu harus roboh dulu dihantam hujan atau angin baru dibangunkan,” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here