Mampu Hasilkan 15 Megawatt Daya, Listrik dari PLTSa Dijual ke PLN

METROTANGSEL.COM, Serpong – Pemkot Tangsel terus berusaha menyelesaikan proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) diatas lahan TPA Cipeucang.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Yepi Suherman mengatakan, jika pembangunan PLTSa selesai, setidaknya daya listrik yang dihasilkan sebesar 10-15 megawatt bakal dijual ke PLN.

“10-15 Megawatt, nanti PLN yang akan membelinya,” jelas Yepi, kemarin.

Lanjut Yepi, PLTSa yang dicanangka di Kota Tangsel lumayan dipush dan mendapat respon positif dari pemerintah pusat dibanding daerah lain seperti Kota atau Kabupaten Tangerang.

“Respon dari pusat cukup bagus. Karena Tangsel sudah memiliki TPA Cipeucang bukan regional. Ini yang menjadi landasan kenapa Tangsel lebih didukung pemerintah pusat,” jelas dia.

Ditanya negara mana yang paling berpeluang berinvestasi untuk PLTSa ini, Yepi menyebut, semua metoda yang ditawarkan negara luar hampir sama.

“Baik itu China, Swedia, Kore maupun beberapa lainnya. Kita lihat saja nanti yang mana. Tergantung dari pemerintah pusat yang memutuskan,” sebutnya.

Yepi berharap, urusan lahan bisa diselesaikan hingga akhir tahun ini, sehingga proses pembangunan bisa dilakukan pada tahun 2020. “Dan digunakan tahun 2022. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” imbuhnya.

Takut Timbulkan Gejolak di Masyarakat, TPA Cipeucang Dijaga

Dalam kesempatan ini, Yepi juga menyampaikan alasan kenapa tidak sembarang orang bisa mendekat ke arah TPA Cipeucang. Alasanya, kata Yepi, khawatir menimbulkan gejolak dimasyarakat.

“Jadi mohon maaf kepada rekan-rekan media kalau mengekspos TPA Cipeucang agak susah. Kami khawatirnya nanti menimbulkan gejolak dimasyarakat,” sebutnya.

“Kami maunya, selesai pembangunan ini PLTSa, masyarakat sudah bisa melihatnya. Jadi, kalau sekarang dalam proses perencanaan, masih kami jaga betul,” imbuh Yepi lagi.

Sebelumnya sejumlah media yang hendak melihat langsung kondisi terkini TPA Cipeucang, selalu gagal. Selain karena lokasinya yang dijaga ketat, juga akses masuk yang terbilang hampir tidak sembarangan ditembus.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here