Hanya Tinggal Nama, 200 Koperasi Diusulkan Dibubarkan

    METROTANGSEL.COM, Serpong – Sebanyak 200 koperasi di Kota Tangsel diusulkan dibubarkan. Pasalnya, sudah tidak aktif dan bahkan banyak juga yang tinggal nama saja.

    Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dahlia Nadeak. Menurutnya, usul pembubaran ratusan koperasi ini sudah disampaikan kepada Kementerian Koperasi dan UKM.

    “Dari jumlah total 539 koperasi yang ada di seluruh Tangsel, hanya 309 yang aktif. Sementara sisanya, 200 sudaj ga aktif tinggal nama saja. Maka kita usulkan untuk dibubarkan ke Kementerian Koperasi,” jelas wanita yang tengah ikut open bidding Kadis Koperasi dan UKM ini.

    Tidak ingin koperasi lain yang masih aktif bernasib sama, Dinas Koperasi melakukan berbagai langkah preventif. Salah satunya dengan melakukan pengawasan pengendalian koperasi. Juga mendorong ada transpransi dan audit laporan.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mendorong agar pelaku atau pemilik koperasi di Tangsel bisa memanfaatkan modernisasi jaman sesuai tuntutan industri 4.0.

    “Koperasi bisa mengambil peran penting dalam hal ini, dalam mendorong perkembangan perekonomian di Tangsel. Kita di Tangsel, memiliki segala sumber dayanya, tinggal bagaimana kita, pelaku UKM dan pemilik koperasi melihat ini sebagai potensi,” tandas Bang Ben dalam acara semiloka koperasi “revormaso total koperasi di era industri 4.0” yang dihelat di Remaja Kuring, Selasa (6/8).

    Mendadak Kunjungi Barak Paskibraka, Airin Ingatkan Capaska Jaga Kesehatan

    Benyamin mengatakan, pemerintah akan selalu mendukung dan memfasilitasi setiap kegiatan yang menyasar pertumbuhan dan perkembangan Kota Tangsel sebagai kota jasa dan perdagangan yang masih ingin diwujudkan.

    “Semua ada di kita. Marketnya. Captif marketnya, kita ada. Yaitu penduduk dengan daya beli yang tinggi. Ayo, bikin sesuatu yang khas yang bisa kita pasarkan atau kenalkan kepada tamu-tamu. Silahkan bapak-ibu yang buat itu. Hayo,” ajaknya.

    Sementara itu, Agung Sudjatmoko, perwakilan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopi) mengatakan, dalam mendorong pertumbuhan koperasi harus difokuskan pada lokus strategi.

    “Lokus strategi tidak menggunakan permodalan lain seperti pinjaman bank atau semacamnya, baru koperasi bisa tumbuh sehat,” jelasnya.(sam/asn)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here