Dindikbud Usul Empat Situs Cagar Budaya Dibuatkan Kepwal

METROTANGSEL.COM, Serpong Serpong -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banten, berhasil mengidentifikasi empat objek diduga cagar budaya (ODCB) menjadi Situs Cagar Budaya.

Kepala seksi Pelestarian dan Cagar Budaya Dindikbud Tangsel, Ali Susanto mengatakan, temuan dan hasil kajian pihaknya ini bahkan sudah didaftarkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCD) oleh tim pelestarian cagar budaya Dindikbud.

“Langkah selanjutnya, mengusulkan kepada pemkot agar segera dibuatkan payung hukum legal seperti Kepwal. Payung hukum perlu, agar nilai historis ODCB tetap terjaga dengan baik,” kata Ali Susanto, Selasa (7/8), disela giat Focus Group Discussion, tentang pelestarian cagar budaya di rumah makan Sae Pisan, Serpong.

Dikatakan Ali, dari 19 objek diduga cagar budaya (ODCB) yang dikaji oleh tim ahli cagar budaya Banten, akhirnya menetapkan empat objek sebagai situs cagar budaya. Antara lain Situs Palagan Lengkong, Makam Keramat Tajug, Rumah Dinas I PTPN VIII dan Rumah Dinas II PTPN VIII.

“Untuk empat ODCB ini sudah dilakukan sidang penetapan dan ditetapkan jadi situs cagar budaya dan diberkaskan serta didaftarkan ke BPCB. Sementara sisanya, masih perlu dilakukan penelitian khusus lebih lanjut,” tegas Ali.

Kasie Pelestarian dan Cagar Budaya Dindikbud Tangsel, Ali Susanto

“Kajiannya cukup lama ini, bukan kerjaan seminggu dua minggu. Kita benar-benar kaji dengan mendatangi lokasi bersama tim,” sambung Ali.

Lanjut Ali, 15 ODCB dikategorikan Non ODCB, dan masih perlu dilakukan pengkajian. Yakni Makam Muhamad Dahlan, Makam Sanghyang Pulo Damar, Mata Air PTPN VIII, Stasiun Rawabuntu, Tugu Peringatan 17 Agustus 1945.

Selain itu, Situs Perjuangan Rakyat Serpong, Klenteng Boen Hay Bio, Buyut Dongkal, Makam Keramat Asem, Makam Keramat Kejaren, Makam Ratu Galuh, Makam Pahlawan seribu, dan eks Rumah Dinas Koramil/gedung Satpas SIM Polres Tangsel.

“Saya berharap, keberadaan situs cagar budaya ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warganya. Kedepan, bisa dijadikan destinasi wisata religi yang bisa menarik minat warga untuk mempelajarinya juga,” imbuh Ali.

Selain 19 ODCB ini, Ali mengaku masih akan melakukan kajian pada sejumlah situs lainnya dengan melibatkan ahli dan arkeolog, yang benar-benar paham tempat bersejarah.

“Banyak yang masih akan kita kaji, bukan 19 aja. Tapi kita fokus pada empat ini dulu, untuk dibuatkan Perwal,” tegasnya.(adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here