Ini Hasil Wawancara KPAI dengan Ayah Aurell : Tiap Pagi Lari Panggul Ransel Isi 3 Kg Pasir

Pasukan Paskibraka Tangsel sedang menjalani sesi istirahat di tenda barak.

METROTANGSEL.COM, Serpong – Meninggalnya dara manis, siswa SMA Islam Al Alzar BSD, Aurellia Qurruta Ain (AQA) masih diselimuti misteri.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti mengaku, berdasarkan hasil wawancara pihaknya dengan orangtua Aurel, ditemukan sejumlah kenyataan mencengangkan. Terutama pada pola latihan capaska selama ini.

“Paskibra Kota Tangsel tiap pagi lari dengan memanggul ransel isi 3 kg pasir, ditambah 3 liter air mineral dan air teh manis 600 ml,” kata Retno.

Berdasarkan hasil wawancara Retno dengan ayah Aurel yang semasa sekolah juga pernah menjadi pasukan pengibar bendera, jadwal pelatihan setiap hari termasuk hari Sabtu dan Minggu, kecuali hari Jumat.

“Menurut orangtuanya, ada kejanggalan dalam sistem pelatihan Paskibra Kota Tangerang Selatan, misalnya ada kegiatan ketahanan fisik berlari setiap hari dengan kewajiban membawa  beban di punggung berupa ransel yang berisi 3 kilogram pasir, 3 liter air mineral dan  600 liter air teh manis,” jelas dia.

Minta Airin tak Tinggal Diam, KPAI Dorong Dibentuk Tim Investigasi Kasus Meninggalnya Aurel

Mengingat proses pelatihan paskibra Kota Tangerang Selatan ada dugaan terjadi kekerasan fisik, maka Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemkot untuk melakukan evaluasi total  terhadap pelatihan paskibra, terutama para pelatihnya yang diduga melakukan tindakan kekerasan fisik dan kemungkinan juga kekerasan psikis.

“Kekerasan dalam bentuk apapun dan dengan tujuan apapun tidak dibenarkan. Kekerasan tidak diperkenankan juga meski dengan alasan untuk mendidik dan mendisiplinkan,” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here