Proyek Buang-buang Duit, Dua Kali Dicor Turap Makam Jaletreng Kembali Jebol

METROTANGSEL.COM, SerpongĀ  – Belum genap tiga bulan, turap makam Jaletreng di RT 03/03, Serpong, Kota Tangsel kembali jebol.

Padahal, pengerjaan proyek yang berlokasi di belakang Satpas SIM Serpong itu sudah melalui dua kali tahapan.

Warga setempat, Yohanes mengaku, pengerjaan pertama dilakukan tahun lalu. Namu tidak lama, turap tersebut jebol.

“Yang pertama kerjaanya tahun lalu. Cuman ya gitu, baru dua bulan langsung jebol kebawah. Malah hampir menimpa kontrakan yang ada di bawah noh,” cerita Yohanes, kepada metrotangsel.com, Kamis (8/8).

Usai jebol, pemborong sempat berganti. Ironisnya, proses perbaikan kedua tidak jauh berbeda dengan yang pertama. Turap yang diperkirakan menelan anggaran satu miliaran itu kembali jebol.

“Baru tiga bulan kayaknya diperbaiki sama pemborong kedua. Ya itu hasilnya, jebol berantakan. Menyisahkan batu-batunya saja. Proyek buang-buang duit neh kaya begini. Ga teliti, terkesan ngasal dan yang mengerjakan juga kaya ga paham,” tegas warga berambut gondrong ini tersenyum.

Atas kondisi yang sangat mengkhawatirkan ini, Yohanes mengaku sudah melaporkanya kepada pengurus RT setempat. Namun kelanjutanya, dia belum dapat informasi lebih lanjut.

“Sudah dilaporkan ke RT. Itu mah urusan RT ke sananya gimana. Sempat ada dari kelurahan dan kecamatan yang ke sini, lihat. Mungkin mereka juga sudah laporan kalimah ke atasanya,” tandas warga berpostur pendek ini.

Dilanjutkan Yohanes, turap sepanjang 10 meter itu sejatinya nyambung dengan tebing yang mengarah ke SMPN 1 Tangsel.

Malah lapangan basket yang harusnya bisa dimanfaatkan siswa di sekolahan itu malah dibiarkan ditumbuhi ilalang.

“Ngeri jebol juga, makanya dibiarkan juga tuh sama sekolah. Harusnya itu, yang ditumbuhi rumput lapangan basket. Sudah lama dibiarkan gitu. Jadi nyambung emang dengan turap makam yang jebol. Hanya kepemilikannya yang beda,” urai dia.

“Kalau hujan, saya yakin tuh pohon karet gede tinggi bisa jebol ke bawah menimpa kontrakan warga yang ada. Malah pohon karet yang samping rumah saya juga, saya takut ambruk menimpa kita sekeluarga. Ya pemerintah tolonglah diperhatikan hal-hal semacam ini. Jangan sudah ada korban, viral baru berbondong-bondong datang,” ketusnya.

Pantauan metrotangsel.com di lapangan, turap makam itu terlihat berantakan. Puing batu bekas coran hanya dibiarkan begitu saja di atas gundugan tanah merah.

Di sisi atasnya, pohon karet besar hampir tercabut akarnya. Jika hujan datang, tinggal robohnya saja. Dan itu bisa menimpa kontrakan warga di bawahnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here