Waduh! Pemkot ‘Nyerah’ Kelola Pasar Tradisional

METROTANGSEL.COM, Balekota – Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sepertinya “nyerah” dan enggan dipusingkan dengan tata kelola pasar yang dianggap masih amburadul, dan tidak berkonstribusi maksimal dalam meningkatkan pemasukan ke kas daerah, hingga saat ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, mengatakan, pemkot sudah membahas kemungkinan pengelolaan tiga pasar tradisional dikelola swasta atau PT PITS dengan anggota legislatif.

“Iya, nanti kita serahkan asetnya. Kita pisahkan dulu aset-asetnya. Kan harus dipisahkan dulu asetnya. Kita sudah membahasnya dengan dewan. Dipisahkan dulu asetnya baru dikelola PT PITS,” kata Muhamad.

Dikatakan mantan Camat Ciputat ini, dengan dikelola pihak swasta, penataan pasar lebih rapih atau tidak semrawut seperti sekarang ini. Perencanaan keuangan juga lebih maksimal.

Dan pemkot bisa fokus mengurusi hal urgen lainnya, tidak melulu dipusingkan dengan tata kelola pasar. “Emang kerjaan kita hanya jagain pasar saja,” sebut Muhamad.

Rencananya, pihak pemkot akan menggandeng PT PITS atau swasta untuk mengelola tiga pasar tradisional yang sudah jelas status hukumnya. Ketiga pasar itu yakni Jombang, pasar Serpong dan Pasar Bintaro.

“Tiga pasar ini sementara. Karena status hukumnya jelas tidak crowded,” tegas mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian ini.

Muhamad melihat, pengelolaan pasar akan lebih efektif dan maksimal jika dikelola swasta, alasanya sistem kerjanya tidak terikay waktu, beda halnya pegawai pemkot.

“Tidak seperti kita. Harus balik ke kantor, iya kan. Coba kalau swasta. Bebas kan,” jelas pencinta olahraga ini.

Petimbangan lainnya, kenapa pasar harus dikelola swasta, itu masalah efisiensi dan berbicara sumbangsih pendapatan ke kas daerah.

“Lebih efisiensi. Kita kan sekarang begini, hasilnya berapa, pendapatnya berapa kita (selama dikelola pemda)?. Tapi tenaga kita terkuras di sana kan. Biaya operasional segala macam. Kita ga dapat apa-apa. Sedangkan di sana kita ga maksimal, kenapa ? kebanyakan punya negara, beda dengan dikelola swasta,” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here