Kak Seto dan KPAI Dorong Polres Tangsel Rilis Hasil Penyelidikan Kematian Aurel

METROTANGSEL.COM, Serpong – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto bersama komisioner KPAI Jasra Putra, Senin (12/8) mendatangi Polres Tangsel.

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan sudah sejauh mana aparat penegak hukum ini menyelidiki kematian Aurellia Qurrata Ain.

“Iya, kita mencoba untuk mengecek langsung ke Polres Tangsel seberapa jauh kepedulian dan langkah-langkah didalam upaya memberikan klarifikasi kepada masyarakat luas, yang bertanya-tanya bagaimana ini kasus ini (Aurel),” kata Kak Seto, ditemui di Polres Tangsel.

“Kok seperti tidak ada penjelasan resmi dari kepolisian. Ini kan masuknya bukan delik aduan ya, tidak ada laporan dari pihak keluarga. Karena itu mohon ada penjelasan dari polisi,” tambahnya.

Menurut Kak Seto, atensi masyarakat sekarang saat ini sedang tertuju pada kasus ini, apalagi sebentar lagi ada upacara 17 Agustus. Ada anggota paskibra membutuhkan perhatian, jangan sampai ada pelanggaran hak anak.

“Kalau saja ini terkesan seperti tidak ada kepedulian, bagaimana di tempat lain nanti,” tegasnya.

Proyek Pasar Wisata Situ Gintung Senilai Rp 6,970 Miliar Ditender Ulang

Lanjut Kak Seto, dari hasil pertemuan dengan Polres Tangsel, ia mendapatkan laporan dari Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel, Inspektur Satu Sumiran sudah dilakukan penyidikan.

“Mudah-mudahan hari ini atau besok sudah ada penjelasann resmi,” tandasnya.

Ditanya pola latihan dari PPI sehingga ada kasus seperti Aurel, ia menyayangkan pola latihan yang diberikan kepada para Capaska, termasuk dugaan kekerasan fisik.

“Iya, tentu tidak bisa dibenarkan seperti itu. Artinya mungkin, juga nanti masukan kepada pemerintah terkait latihan paskib ya,” tandasnya.

“Pembentukan disiplin dan lain sebagainya bisa dilakukan dengan cara-cara yang ramah anak. KPAI mengharapkan ada instropeksi dari semua pihak tidak ada lagi kekerasan terhadap anak, terutama dalam pembentukan karakter anak,” jelasnya.

Kedepan, ia meminta pihak Pemkot Tangsel, terutama Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany untuk bisa melihat hal ini, bahwa pola latihan seperti yang sudah turun temurun ini bisa diubah sehingga tidak ada lagi kasus seperti yang menimpa Aurel.

“Penanggungjawab paskibra ini pemerintah kota, dalam hal ini walikota. Mohon ada instropeksi lagi cara-caranya. Mohon diluruskan kembali bila ada cara-cara yang dianggap keliru. Mohon melibatkan tokoh-tokoh perlindungan, mungkin juga dari psikolog, dari ahli kesehatan dan lain sebagainya agar tidak terjadi pelanggaran,” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here