Proyek Pasar Wisata Situ Gintung Senilai Rp 6,970 Miliar Ditender Ulang

Wali Kota Tangsel Aiirin Rachmy Diany saat berdialog dengan para pedagang Pasar Gintung, di Bale Kota, beberapa waktu lalu.

METROTANGSEL.COM, Ciputat Timur – Pemkot Tangsel memastikan pembangunan proyek pasar wisata situ Gintung, Ciputat Timur, berjalan sesuai rencana awal.

Sayangnya hingga bulan Agustus ini, tender proyek senilai Rp 6,970 miliar itu belum ditentukan pemenangnya. Dan saat ini, sedang ditenderkan ulang lagi. Lelang tender pertama kali diluncurkan pada April oleh Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR).

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, proses pembangunan pasar wisata itu dipastikan tetap berjalan. “Jadi, insya Allah jadi,” kata Benyamin ditemui metrotangsel.com, kemarin.

Ditanya terkait dengan tender ulang proyek tersebut, Benyamin memaklumi hal itu, dengan alasan agar peserta yang ikut serta dalam lelang bisa dipilih yang benar-benar qualified. “Pesertanya mungkin yang masih kurang,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemkot Tangsel akan menjadikan Pasar Gintung sebagai pusat oleh-oleh khas Kota Tangsel. Lokasinya di Jalan Ir H Juanda, Ciputat Timur, tepat di depan kantor Kelurahan Rempoa.

“Rencananya memang Pasar Gintung konsepnya pasar kering, di mana nantinya akan menyediakan oleh-oleh khas Kota Tangsel. Kenapa bukan pasar basah? Karena kalau pasar basah sudah banyak ya di Tangsel ini, dikhawatirkan tidak maksimal,” jelas Walikota Tangsel Airin Rachmy Diani, beberapa waktu lalu.

Menurut Airin, Pasar Gintung ini nantinya lebih menyerupai usaha kecil menengah (UKM). Nanti akan ada jajanan khas Kota Tangsel berupa dodol, kacang, dan berbagai jenis makanan lain.

Dengan konsep seperti itu, Airin berharap tamu-tamu luar Kota Tangsel bisa membawa pulang oleh-oleh khas kota ini.

“Tamu kalau ada yang cari panganan khas Tangsel, tinggal kita ajak ke Pasar Gintung. Mereka bisa leluasa memilih apa yang diinginkan,” ucapnya.

Airin sangat optimistis terkait rencananya tersebut. Pasalnya, dengan konsep yang akan dibikin semenarik mungkin, tentu saja akan mendorong pelaku UKM terlibat.

“Dengan konsep seperti itu, anak-anak muda pemilik start up akan tertarik. Itu yang kita harapkan,” tutupnya. (sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here