Paska Capaska Meninggal, Airin Ucapkan Janji Ini ke Orangtua Aurel

dok tangek
Airin Rachmi Diany

METROTANGSEL.COM, Serpong – Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany nampaknya ikut terpukul atas meninggalnya Aurellia Qurrata Ain (16), calon pengibar bendera yang meninggal belum lama ini.

Sebagai seorang ibu, Airin tentunya ikut merasakan kehilangan seperti dirasakan otangtua Aurel.

Karena itu, kepada orangtua siswa SMA Islam Al Azhar BSD ini, Airin berjanji akan mengevaluasi seluruh rangkain pelatihan paskibra kedepannya. Sehingga hal serupa yang menimpa Aurel, tidak terulang kembali. 

“Saya sudah berjanji ke diri saya sendiri, sama dengan Mbak Sri Wahyuniarti dan Pak Faried sebagai orang tua dari almarhumah Aurel berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini,” ucap Airin saat gelar perkara mengungkap kematian Aurel, di Mapolres Tangsel, Selasa (13/8).

Airin mengaku seorang Purna Paskibraka, sama halnya dengan kedua orang tua Aurel.

Ia juga berjanji akan mengevaluasi sistem pelatihan para pasukan pengibar bendera itu termasuk dari sisi pengawasan kesehata dan mental.

Kematian Aurel Disebut Akumulasi Kelelahan Selama Proses Latihan

“Saya Purna Paskibraka, Pak Faried sebagai ayahnya, Mbak Sri Wahyuniarti sebagai ibunya, sama-sama Purna Paskibraka Indonesia untuk bisa mengevaluasi ke depannya seperti apa,” ujarnya.

Sebagai seorang paskibraka, kata Airin, tentunya latihan fisik memang diperlukan. Namun, kata dia, pola latihan ini yang harus disesuaikan dengan umur capaska yang rata-rata usianya 15-16 tahun. Ketahanan fisik mereka tentu tidak sama dengan para seniornya. 

“Terimakasih kepada pak Faried dan Mba Sriwahyuniarti yang terus memberikan masukan terkait pola latihan paskibraka dan bagaimana konsep perlindungan anak ini dilakukan, karena umur mereka ini baru 15-16 tahun,” tuntasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here