Harga Cabai Usai Idul Adha “di Empat Pasar “Enggan” Turun

METROTANGSEL.COM, Serpong – Harga sejumlah komoditi di sejumlah pasar tradisional usai Idul Adha, enggan turun alias masih mahal. Kondisi ini tentu saja dikeluhkan baik pedagang maupun konsumen. 

Di pasar Serpong misalnya, harga cabai rawit merah Rp 95 ribu per kg. Sementara cabai rawit hijau Rp 75 ribu. Sedangkan cabai rawit keriting Rp 71 ribu, cabai rawit biasa Rp 76 ribu. 

Di pasar Ciputat, harga cabai rawit merah Rp 96 ribu dan cabai rawit hijau Rp 73 ribu.

Di pasar yang cukup padat ini, harga komoditi lain seperti bawang merah dan putih terbilang standar. Bawang merah berkisar diharga Rp 25 ribu, sedangkan bawang putih Rp 32 ribu. 

Di pasar Jombang, harga cabai masih terbilang mahal. Di lokasi ini, per kilogramnya harga cabai merah keriting Rp 86 ribu, dan cabe merah biasa Rp 91 ribu. 

Harga cukup tinggi di pasar Jombang melanda cabai rawit merah dengan kisaran Rp 95 ribu dan harga cabai rawit hijau Rp 73 ribu. 

Tidak mau kalah dengan harga komoditi di pasar harga lain, di pasar Cimanggis harga cabai juga tergolong tinggi.

Untuk cabai rawit merah mencapai Rp 91 ribu dan cabai rawit hijau Rp 73 ribu. 

Masih terkait harga cabai, untuk jenis cabai merah keriting Rp 77 ribu dan harga cabai merah biasa Rp 78 ribu. 

Dari keempat pasar ini, bisa disimpulkan bahwa harga komoditi khususnya jenis cabai terbilang mahal.

Rata-rata warga berharap ada tindakan dari pemerintah untuk menekan harga cabai ini. 

 “Engga tahu kenapa ya, kok harga cabai masih mahal sampai sekarang. Kita ibu-ibu rumah tangga jadinya kalau beli cabai seperlunya saja,” keluh Nana Mardiana, salah seorang konsumen di pasar Serpong, Kamis (15/8).

Lanjut penjual nasi uduk ini, akibat harga cabai yang enggan turun, sehari-hari dia harus mengurangi porsi takaran untuk sambalnya.

Warga Perumahan Laverde Protes Sampah TPS Liar

 “Dicampur-campur dengan cabai lainnya. Ada yang cabai merah pedas dan keriting. Dicampur aja nyiasatinya,” tegasnya. 

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Tangerang Selatan, Nur Slamet menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit di pasaran lantaran adanya beberapa faktor.

“Kenaikan itu akibat musim kemarau panjang dan gagal panen. Akibatnya stock pasokan dari daerah berkurang,” jelas Nur Selamat.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here