Merasa Tak Diperhatikan, Veteran Tangsel Curhat soal Uang Makan

METROTANGSEL.COM, Serpong – Keprihatinan dirasakan oleh sejumlah veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Para Veteran itu curhat soal keberadaannya yang merasa tidak diperhatikan Pemerintah Kota Tangsel.

Ketua LVRI Tangsel, Nurhasan (91) menjelaskan jumlah Veteran yang terdata memiliki Surat Keputusan (SK) LVRI Kota Tangsel baru mencapai 15 veteran.

Namun kini tersisa 13 orang, setelah 2 anggota lainnya telah meninggal dunia.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ke-13 veteran LVRI ini hanya mengandalkan pemasukan dari pemerintah pusat.

Baik dana kehormatan sekira Rp.938 ribu, ataupun tunjangan yang besarannya variatif tergantung golongan A hingga E, nilainya tak seberapa, yaitu Rp.1,7 juta hingga Rp.2 juta per bulan.

“Dari pusat saja yang rutin, kalau dari pemerintah Kota Tangsel belum ada. Jumlah veteran yang memiliki SK LVRI nggak banyak, hanya tinggal 13 orang di sini. Sebenarnya juga kita nggak pernah berharap bantuan itu, karena perjuangan kita dahulu ikhlas semata-mata untuk memerdekakan tanah air. Tapi faktanya begitu, belum ada (bantuan) dari Pemkot Tangsel,” ujar Nurhasan, Minggu (18/8) di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Tangsel di kantor sementara yang terletak di Jalan H Usman Nomor 1, Ciputat. Letaknya persis di belakang Koramil Ciputat, berdampingan dengan bangunan Gelanggang Olah Raga (GOR).

Pada momen-momen tertentu, diakui Nurhasan, Pemkot memberikan uang saku kepada anggotanya.

Biasanya hal itu dilakukan saat memperingati hari-hari besar, misalnya Hari Veteran Nasional 10 Agustus dan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. 

Namun, besaran uang saku yang diberikan tak mencerminkan sebuah penghargaan kepada para mantan pejuang bangsa, karena nominalnya hanya sekira Rp.200 ribu hingga paling besar mencapai Rp.500 ribu per anggota LVRI dalam satu tahun.

“Kalau saat momen tertentu itu memang ada, tapi nggak tentu jumlahnya, kadang Rp.200 ribu perorang, pernah juga Rp.500 ribu. Momennya satu-dua kali saja. Tapi kita nggak terlalu mempersoalkan itu, walaupun kehidupan kita sesulit apapun tetap kita jalani, ngggak pernah kita sesali pengorbanan kita dulu. Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran juga buat generasi bangsa saat ini,” serunya lagi.

Nurhasan sendiri tinggal bersama istri, Suharti (74), dan anak cucunya di daerah Pisangan, Ciputat Timur.

Hampir setiap hari, dia berjalan kaki dari rumahnya menuju kantor sekretariat sementara LVRI. Jika dihitung jaraknya cukup melelahkan, mencapai sekira 4 kilometer. 

“Tiap pagi kalau nggak ada kegiatan lain, saya ke sekretariat ini, jalan kaki. Saya sebagai ketua harus punya tanggung jawab kepada semua anggota saya. Itulah sebenarnya penting keberadaan sekretariat LVRI di sini, kita sudah berulang kali minta dibantu pengadaannya, tapi belum ada tanggapan, hanya dijanjikan saja dari tahun ke tahun,” lanjut Nurhasan.

Pengurus LVRI Kota Tangsel sendiri memang cukup aktif berkoordinasi di sekretariat kantornya.

Termasuk agenda yang dibahas adalah mengetahui update informasi terkini para veteran di Kota Tangsel, baik yang memiliki SK LVRI ataupun mereka yang masih tercecer tak diketahui keberadaannya.

“Sebenarnya jumlahnya banyak, ada sekira 120-an veteran di Tangsel yang belum dapat SK, karena kita nggak tahu juga keberadaannya di mana, data itu dari Kodam. Ini yang ke depan harus kita sisir lagi,” tambah Didi Gamu, Wakil Ketua LVRI Kota Tangsel di tempat yang sama.

Nurhasan sempat pula menyinggung adanya bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel yang tak kunjung diberikan.

Padahal diketahui, tunjangan itu sebenarnya telah dikucurkan oleh Kemensos pada tahun lalu.

“Tahun lalu kita memang dapat bantuan tunjangan dari Kemensos, disalurkan melalui Dinsos. Tapi nggak tahu kenapa belum disampaikan ke kita, belum ada sampai sekarang,” tukas Didi, veteran pejuang Trikora 1961 itu.

Pihak Dinsos Tangsel sendiri tak menjelaskan secara rinci apa alasan tunjangan para veteran tak juga diserahkan.

Kepala Dinsos Wahyunoto Lukman hanya menjelaskan singkat, bahwa benar ada bantuan dari Kemensos untuk veteran, nilainya Rp.1,2 juta hingga Rp. 1,8 juta.

“LVRI di Tangsel mendapat tunjangan langsung dari Kemensos, jadi diserahkan langung ke rekening veteran, besarannya bervariasi mulai dari Rp. 1,2 juta sampai Rp. 1,8 juta,” jawab Wahyu, saat dihubungi terpisah. (den/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here