Mahasiswa Muslim Papua di Ciputat Kecam Pernyataan Rasis

Komunitas Muslim Papua di Tangsel

METROTANGSEL.COM, Ciputat – Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim Papua (Kosapmaja) Tangerang Selatan (Tangsel), mengecam pernyataan rasis yang menyasar masyarakat Papua.

Seperti diketahui, saat ini Papua sedang bergejolak, tepatnya di Manokwari, Papua Barat dan Jayapura, Papua.

Sekretaris Kopasmaja Tangsel, Fajar Cuan, mengetahui info tentang awal mula kericuhan di Manokwari dan Jayapura itu dari jaringan antar sesama mahasiswa Papua.

Fajar mengatakan, kerusuhan di Manokwari dan Jayapura berasal dari “insiden bendera merah putih” di Surabaya pada Jumat (16/8) lalu.

Saat itu warga sekitar asrama mahasiswa Papua di Surabaya ingin memasang bendera merah putih di pagar asrama mahasiswa Papua.

Mahaiswa Papua menolak secara halus pemasangan bendera itu. Namun pemasangan tetap dilakukan.Tanpa diketahui sebabnya, bendera itu patah dan berada di selokan.

Mahasiswa Papua menjadi tertuduh. Masyarakat, Ormas, Polisi dan TNI pun ramai di sekitar asrama.

Mereka meminta mahasiswa keluar dari asrama. Proses meminta keluar itu yang didalamnya terdapat pernyataan dan umpatan rasis.

Pihak kepolisian dan TNI berhasil merangsek masuk menggunakan gas air mata, dan mengangkut puluhan mahasiswa asal Papua itu ke Polda Jawa Timur.

Setelah semua diperiksa, bukti mahasiswa Papua melakukan pematahan bendera dan dibuang ke selokan tak terbukti.

“Umpatan dan kata-kata rasis itu yang memantik kericuhan di Manokwari dan Jayapura,” ujar Fajar di Sekretariat Kosapmaja, Ciputat Timur, Tangsel, Senin (19/8).

Fajar juga menyayangkan oknum masyarakat yang masih saja melontarkan kata-kata rasis kepada orang Papua.

“Indonesia ini kan sudah 74 tahun merdeka masih saja ada pandangan dan kata-kata rasis, kami mengecam hal itu,” ujarnya.

Fajar menuntut agar pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mencari oknum masyarakat yang melontarkan kata-kata rasis itu.

“Kita ingin negara segera menyelidiki orang-orang pelaku yang melontarkan kata-kata rasisme ke mahasiswa Papua,” ujarnya. (den/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here