Dampak Stunting pada Anak Akibat Minim Asupan Gizi Saat Hamil ?

METROTANGSEL.COM, Setu – Masalah gizi anak yang berdampak pada stunting dan kekurangan gizi pada ibu hamil seringkali tidak disadari baik itu oleh individu, keluarga maupun masyarakat sebagai sebuah masalah yang harus dicegah dan diselesaikan. 

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany menyebut, hal tersebut mengindikasikan bahwa kebanyakan keluarga tidak memiliki pengetahuan tentang gizi dan perilaku kesehatan yang tepat, khususnya terkait bagaimana memilih, mengolah dan menyajikan makanan yang baik bagi keluarga.

Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat memerlukan perhatian khusus dari tenaga medis dan ahli professional terkait untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya 1000 HPK.

“Melalui momen acara ini, saya mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan yang sedang, sudah, dan akan kita lakukan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang Selatan,” seru Airin, saat menghadiri kegiatan Kampanye Perbaikan Gizi Pada 1000 HPK Bagi Petugas Kesehatan, Kader dan Sektor Terkait di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Setu, Tangsel, Rabu, (21/8/2019).

Saat ini, kata Airin, Indonesia terus menyerukan dan mengupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), karena kualitas manusia ditentukan sejak awal janin bertumbuh di dalam tubuh seorang ibu.   

Jelas Airin, seribu HPK adalah periode emas bagi tumbuh kembang seorang anak. Seribu hari pertama kehidupan ini terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. 

“Apa yang terjadi pada masa ini, termasuk nutrisi yang diterima oleh bayi saat dalam kandungan dan menerima ASI, memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat usia dewasa,” ungkap Airin.

Dalam giat yang menghadirkan narasumber Dr.dr Tam Shot Yen, M.hun (work place health consultant SOS International) ini, Airin mengingatkan seorang ibu hamil harus berjuang menjaga asupan nutrisinya agar pembentukan, pertumbuhan dan perkembangan janinnya optimal. 

Idealnya, berat badan bayi saat dilahirkan adalah tidak kurang dari 2500 gram, dan panjang badan bayi tidak kurang dari 48 cm.

Inilah alasan mengapa setiap bayi yang baru saja lahir akan diukur berat dan panjang tubuhnya, dan dipantau terus menerus terutama di periode emas pertumbuhannya, yaitu 0 sampai 2 tahun.

“Dalam kurun waktu 2 tahun ini, orang tua harus berupaya keras agar bayinya tidak memiliki panjang tinggi badan atau panjang badan yang stunting (pendek), yang dikhawatirkan adalah di dalam kandungan ada gangguan pertumbuhan, sehingga mempengaruhi perkembangan kognitif (intelegensia),” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here