BPBD : Simple Sih, Dua Sumur Bor Saja Bisa Tuntaskan Kekeringan

METROTANGSEL.COM, Setu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mengaku penanganan kekeringan di kota termuda di Provinsi Banten itu cukup simple.

Solusinya, ada mitigasi struktural lewat program pembuatan sumur bor di spot-spot wilayah yang dianggap rawan kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel, Hasyim menegaskan, suplai air ke wilayah terdampak kekeringan seperti saat ini hanya solusi situasional saja.

“Ini situasional neh suplai-suplai air begini. Nanti ada program yang permanen dengan dinas terkait, ada integrasi pembangunan mitigasi strukturalnya, lewat program pembuatan sumur bor juga, deep well,” jelas Hasyim, Kamis (22/8).

“Jadi nanti mudah-mudahan masyarakat Tangsel aman dari bahaya  kekurangan air bersih,” tambahnya.

Dikatakan Hasyim, dengan instalasi sumur bor, dia merasa optimistis kekeringan bisa diatasi dan tahun 2019 ini, kekeringan tersebut terakhir kalinya, dan 2020 tidak terjadi kekeringan lagi.

“Jadi sebenarnya simpel sih. Dua proyek sumur bor aja selesai.  Kekeringan bisa diatasi, dengan catatan musim kemarau tidak masif,” tegasnya.

“Tapi mudah-mudahan ini terakhir lah. Kalau 2020 ada pembangunan sumur bor di spot-spot kekeringan,” tuntasnya.

Saat ini, yang memiliki proyek sumur bor, jelas Hasyim, baru ada di Perumahan Pesona Serpong dan Prima Serpong. Sementara di tempat lain belum ada. 

“Sebenarnya kita ada proyek dari provinsi. Cuman mesinya kapasitasnya tidak mendukung dengan kedalaman air. Jadi ga berfungsi. Kedalamannya deep well, artesinya harus 100 meter. Artesi kan 100 meter. Kalau di Kampung Koceak masih dibawah 60 meter,” tuntasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here