Kemarau Diprediksi Hingga November, MUI Tangsel Ajak Warga Segera Gelar Shalat Istisqa

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Abdul Rojak

METROTANGSEL.COM, Serpong – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel mengajak seluruh umat Muslim di manapun, khususnya Kota Tangsel untuk melaksanakan shalat istisqa. 

Pasalnya, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kemarau ekstrim yang melanda masih akan berlangsung hingga November mendatang.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Abdul Rojak mengaku sudah mendorong para Dewan Kemakmuran Masjid untuk dapat menggelar shalat minta hujan atau istisqa. 

“Sudah kami imbau agar mau melaksanakan shalat istisqa,” katanya saat dihubungi wartawan, Jum’at (23/8/2019).

Rojak mengatakan, DKM bisa menggelar shalat istisqa di tanah lapang. Waktu dan lokasinya diserahkan kepada masyarakat yang bisa menunaikan shalat sunat tersebut.

Melalui ritual shalat istisqa, lanjutnya, masyarakat dapat memanjatkan doa serta hajatnya kepada Allah SWT agar musim kemarau segera berakhir.

“MUI Tangsel sendiri sekarang sedang rapat internal untuk menggelar shalat minta hujan,” kata Rojak.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel Hasyim menyarankan agar seluruh elemen masyarakat melakukan shalat Istisqo atau minta hujan agar kekeringan yang melanda sebagain wilayah Tangsel bisa teratasi.

“Karena air kebutuhan mendasar dan semua berhajat pada air. Kita akan berkordinasi dengan ustad di Kampung Koceak ini agar bisa dilaksanakan shalat Istisqa,” kata Hasyim.

“Untuk sementara ini, kami hanya bisa sampaikan bersabar, karena ini musim kemarau yang tidak bisa dihindari,” tambahnya.

Ditanyak kapan akan dilaksanakan shalat Istisqo ini, akan diimbau ke masyarakat terlebih dahulu. “Berdoa kan penting juga. Nanti akan kita imbau ke masyarakat waktunya,” jelasnya. 

“Tadi saya sudah bicara dengan ustadnya. Katanya, lihat sikon. Kalau kekeringan masih panjang, akan kita hubungi masyarakat,” tandas Hasyim.

Ia juga meminta warga yang kekurangan air bersih untuk melapor, tidak berdiam diri. BPBD sendiri dalam hal mensuplie air bersih, ada mekanisme pemantauan lapangan dan kerjasama dengan masyarakat

Diketahui, hingga kini kemarau sudah melanda dua wilayah perumahan di Pesona Serpong dan Kampung Koceak, Kecamatan Setu. Kemarau terparah sejak tiga pekan terakhir ini membuat ratusan kepala keluaga kesulitan mendapatkan air.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here