Polres dan Koramil Nikmati Hibah Tanah, Abdul Rojak : Ya Wajarlah Kemenag Juga Dapat

METROTANGSEL.COM, Serpong – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) mendesak Pemkot Tangsel secara sukarela menghibahkan sejumlah aset tanahnya, yang saat ini masih ditempati berbagai lembaga pendidikan maupun keagamaan dibawah naungan Kemenag.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel Abdul Rojak mengatakan, aset yang sejauh ini ditempati lembaga dibawah naungan Kemenag antara lain Madrasah Insan Cendekia Serpong, dengan luas lahan 5,7 hektare. 

Kemudian Kantor Kemenag 2500 meter lebih, MTs Negeri 1 Tangsel hektare lebih, MAN 1 Tangsel 600-700 meter. Kemudian sejumlah madrasah.

“Ada MIN 1 (Cipayung), MIN 2 (Cempaka Putih) dan MIN 3 (Vila Dago Tol). Sisanya ya KUA dan Madrasah Ibtidayah Negeri,” ungkap Rojak ditemui di Serpong, Rabu (28/8).

Dikatakan Rojak, selama ini pihaknya sudah mendapatkan ijin pinjam pakai dari pemkot untuk memanfaatkan aset tanah ini.

Dianggap sangat urgen dan tidak ada kontradiksi, pihaknya sangat mengharapkan aset-aset ini segera diserahkan permanen menjadi milik Kemenag. 

“Kalau aset-aset pemkot yang dipakai Kemenag selama ini sangat penting bagi kami. Makanya kami minta. Hibah permanen diserahkan ke Kemenag,” tandasnya.

“Jadi, selama ini memang sangat kontradiktif lah. Tanahnya tanah pemkot, tapi bangunanya milik Kemenag, yang bersumber dari anggaran Kemenag,” tegasnya. 

Kata Rojak, pihaknya sudah berkali-kali meminta pihak Pemkot Tangsel untuk memproses pemberian hibah aset ini, karena tadi, dianggap sangat urgen. Selain itu, juga menghindari adanya temuan-temuan. 

“Kita sudah minta berkali-kali. Sejauh ini yang sedang dalam proses ada dua lokasi yakni MAN IC dan Kantor kemenag. Sekarang sudah dalam tahap pembahasan SK hibah oleh wali kota,” tegasnya. 

Dengan diserahkan penuh oleh pemkot kepada Kemenag aset-aset ini, maka pengelolaanya bisa lebih maksimal.

Pemkot dalam hal ini, tidak bisa berbuat banyak juga dalam menggunakan aset-aset ini, karena sudah dikelola oleh Kemenag. 

“Jadi ketika ada pemeriksaan, verifikasi selalu ada temuan. Bukan temuan negatif ya. Tapi temuan yang mengharuskan untuk diselesaikan,” imbuhnya. 

Secara regulasi, jelas Rojak, tidak ada masalah. Permendagri dan segala macamnya tidak ada masalah.

Tinggal bagaimana pemkot betul-betul mengkaji, meneliti sekaligus nanti memutuskan terkait dengan pemberian hibah tanah ini. 

“Dan pemkot sudah sangat terbukti kok. Polres sudah. Kemarin Koramil sudah (diberikan hibah). Ya wajar Kemenag juga dapat hibah tanah. Karena kita kan mengelola pendidikan, melayani masyarakat Tangsel juga sangat luar biasa banyaknya,” tandasnya.

Persoalan kerelaan penyerahan aset ini, jelas Rojak, bisa dituntaskan meskipun diserahkan secara bertahap sekalipun.

Sehingga tidak ada permasalahan aset antara vertikal dengan pemerintah. 

“Saya berharap tuntaslah selesai. Meskipun bertahap. Tahun ini dua lokasi. Tahun besok satu dan seterusnya hingga selesai. Jadi kita tidak berharap ada ribut-ribut masalah aset. Malu lah,” tuntasnya.

“Ya sekarang harus ada kesamaan, kerelaan dari pemkot juga memberikan lah. Saling ada sama-sama kerelaan lah,” tuntasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here