‘Milenial’ Dimata Legislator Muda Putri Ayu, Bukan Soal Umur Tapi Harus Punya Kompetensi

Putri Ayu

METROTANGSEL.COM, Serpong – Keberhasilan politisi muda PDIP, Putri Ayu duduk sebagai salah satu legislator muda di DPRD Tangsel cukup membanggakan.

Bukan hanya parasnya yang cantik, Putri juga cukup lihai berbicara politik maupun friendly millenial. 

Hal itu ia tunjukan saat menjadi pembicara dalam sebuah acara di Bupe Resto, Serpong, Tangsel, Sabtu (31/8) petang. 

“Pertama-tama saya selalu bicara bahwa kepemudaan atau milenial ini soal kompetensi. Artinya bukan hanya faktor soal usia. Melalui kompetensi ini saya harap bisa membawa pembaharuan di semua elemen,” kata Putri yang tampil cantik dalam balutan blazer hitamnya.

“Tentu saya pribadi karena hari ini ada di legislatif, saya berharap kehadiran semua teman-teman pemuda bisa membawa pembaharuan di legislatif,” tambahnya.

Juga kalau berbicara soal Tangsel yang mengusung smart city atau kota pintar, lanjut Putri, Tangsel harus menjadi wadah bagi kepemudaan yang baik, milenial friendly dengan lingkungan yang ramah lingkungan terhadap pemuda, terhadap kepemudaan maupun wadah organisasi.

Juga aspek-aspek lain yang juga melibatkan pemuda. 

“Saya berangkat dari sebuah kata-kata motivasi dari Tan Malaka “terbentur terbentur terbentuk”.  Nah dari situ saya beranggapan bahwa tidak akan kita terbentuk menjadi satu hal yang baik ketika kita tidak pernah merasakan apa itu yang namanya terbentur,” imbuhnya. 

“Saya juga berkaca dari filosofi mengenai Karang bahwa karang bisa kuat karena besar dengan deburan ombaknya,” sambung dara berambut panjang ini. 

Putri beranggapan bahwa pemuda justru harusnya punya energi atau semangat yang lebih besar. Karena jiwa mudanya lebih kuat.

“Jiwa muda ini kan sangat digagasi dengan semangat, dengan energi, dengan gagasan-gagasan baru yang fresh itu. Jadi saya pikir bukan pemuda lah kalau gagal sekali lalu menyerah,” sebutnya. 

Kedepan, Putri berharap Pemkot Tangsel bisa membuka wadah atau peluang bagi pemuda Tangsel untuk berorganisasi, berbentuk, berhimpun dan sebagainya. 

“Saya berharap akan lebih banyak lagi wadah-wadah kepemudaan yang nantinya bisa juga mengekspor atau apa namanya, mengolah bakat teman-teman pemuda ini,” kata Putri mengakhiri obrolan.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here