Banjir dan Sampah “Momok” Selama 10 Tahun Tangsel Dimekarkan?

Banjir yang terjadi di Pondok Aren beberapa waktu lalu. (foto dok. lip6com)

METROTANGSEL.COM, Setu – Persoalan klasik banjir dan sampah ternyata masih menjadi momok yang belum terselesaikan dalam rentang waktu 10 terakhir ini, sejak Tangsel dimekarkan pada 2008 lalu. 

Ketua Sementara DPRD Tangsel Sukarya mengatakan, meski penanganan dan solusi sudah coba direalisasikan dinas terkait, namun permasalahanya tetap saja ada.

Karenanya, Sukarya melihat dua hal ini akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar sebelum masa dua periode kepemimpinan Airin – Benyamin berakhir. 

“Saya melihat semuanya, Tangerang Selatan ini yang masih ada kendala persoalan sampah dan banjir ketika musim hujan,” katanya kepada wartawan di ruangan kerjanya, Senin (2/9).

“Lima sampai sepuluh tahun kedepan jangan sampai kayak DKI Jakarta banjir hingga sampai ke Istana,” sambung politisi kawakan Golkar ini. 

Masyarakat juga, kata dia, saat ada Musrenbag, usulan yang disampaikan harus berdasarkan skala prioritas.

Sampaikan langsung jika masih ada wilayah pemukiman yang terisolir banjir. 

Menurutnya, jadi dalam 10 tahun kemarin itu masyarakat dalam musrenbang jangan berdasarkan keinginan. Tapi harus berdasarkan kebutuhan dari skala prioritas.

Pada usulan program kegiatan ada RT dan RW yang bisa menyampaikan saat pra musrenbang.

Di situ dewan sudah mulai turun. Di musrenbang kecamatan, dewan di dapilnya diminta untuk turun ke lapangan.

“Kita kan dalam pembangunan tidak serta merta. Ada Perda RTRW,” tutup Sukarya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here