Ibu dan Bocah TK jadi Korban Ledakan Tabung Gas Rumah Makan Padang

METROTANGSEL.COM, Serpong – Seorang bocah berusia sekira 5 tahun bernama Arif, menjadi korban ledakan tabung gas di Rumah Makan Padang, Jalan Ciater Raya, Ciater, Serpong, Tangsel, Kamis (5/9), siang.

Selain Arif, Yuni, ibunya bahkan kondisinya tubuhnya lebih tragis, karena hampir 80 persen terpapar api.

Kedua korban langsung dilarikan ke RS Vitalaya guna mendapatkan perawatan intensif.

Sementara petugas Damkar Tangsel yang mendapati laporan warga, merengsek ke lokasi.

Salah seorang saksi mata, Samsul mengatakan, ledakan tabung gas yang disertai percikan api begitu mengagetkan warga sekitar, terutama pekerja las yang berada persis di samping rumah maka Murni Jaya ini.

Saat itu, kata Samsul, seketika Yuni berlari keluar sembari minta tolong. Nampak jelas saat itu, pakaian yang dikenakan Yuni sudah habis terbakar dan hanya tersisa pakaian dalam saja. 

“Ibu nya pakai daster lari sambil minta tolong ke warga. Terus ada warga yang langsung nolong dengan handuk basah. Saya lihat pakaiannya abis kebakar, sisa cuman pakaian dalamnya saja. Anaknya juga kena masih kecil,” ujar Samsul.

Komandan Pleton Alfa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel, Imam menjelaskan, saat petugas tiba di lokadi, kobaran api dari dalam rumah makan itu masih bisa dilihat, sehingga dengan cepat dipadamkan petugas. 

“Anggota datang api masih menyala dan langsung memadamkannya. Beruntung api tidak menjalar hingga besar. Ada tiga mobil yang datang,” ucap Imam di lokasi.

Imam memprediksi, api berasal dari dapur akibat adanya salah satu tabung gas bocor yang disadari oleh karyawan rumah makan.

Apalagi dalam saat bersamaan masak, api dari beberapa tabung gas lain masih menyala.

“Ketika gas tersebut bocor, langsung dicabut dan dibuang ke kamar mandi. Namun, pada saat dicabut gas diduga menyambar ke Yuni dan anaknya,” jelasnya.

“Prediksi saya ibu ini mengalami luka bakar 80 persen. Kalau untuk anaknya saya belum tau seberapa parah. Ibu dan anak sudah dibawa ke RS Vitalaya, Pamulang,” terangnya.

Sementara pemilik kontrakan yang enggan disebutkan namanya, informasi terakhir yang dia dapat, Yuni sudah dipindahkan ke RS Fatmawati, karena RS sebelumnya tidak sanggup menangani korban Yuni.

“Katanya sudah dipindah ke Fatmawati. Vitalaya ga sanggup katanya,” jelasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here