Berantas Rentenir Berkedok Pinjol, Sandiaga Resmikan Bank Infaq Berbasis Masjid di Bintaro

METROTANGSEL.COM, Pondok Aren  – Banyaknya pelaku UMKM dan masyarakat pada umumnya yang terjebak dengan rentenir berkedok pinjaman online (Pinjol), menimbulkan keprihatinan.

Salah satunya dari Sandiaga Uno. Tokoh oposisi ini, melihat para pemberi pinjaman online bukan hanya sebagai rentenir, tetapi juga lintah darat yang menghisap darah sesama rakyat dengan bunga yang tinggi.

Untuk mencegah praktik lintah darat itu semakin meraja lela, Sandiaga pun akhirnya meluncurkan program Bank Infaq yang diresmikannya di Masjid Raya Bintaro Jaya, Jumat (6/9).

“Ini merupakan solusi konkrit pengelolaan infaq yang profesional, dalam membebaskan masyarakat dari himpitan rentenir, terutama pinjaman online,” kata Sandiaga. 

Bank Infaq di Masjid Raya Bintaro Raja ini, merupakan yang ke-10.

Sejak pertama digagas, peminat Bank Infaq pun cukup banyak.

Di Jakarta tiga, Sukabumi satu, lima di Semarang, dan satu di wilayah Tangsel.

Melalui Bank Infaq, masyarakat dan pelaku UMKM yang membutuhkan biaya, tidak perlu meminjam uang ke pinjol yang menawarkan kredit berbiaya sangat tinggi. Tetapi, datang ke komunitas Bank Infaq.

“Masyarakat tidak tahu bahayanya kredit berbiaya tinggi, riba. Sehingga terjerat dan menimbulkan konflik sosial. Ini yang coba kita selesaikan, pinjaman tanpa bunga, tanpa riba, berbasiskan masjid,” jelasnya.

Dijelaskan Sandiaga, gagasan Bank Infaq ini bukan seperti bank komersial pada umumnya.

Bank ini berbasiskan komunitas kecil yang terdiri dari lima, tujuh, sembilan dan 11 orang, anggota dari Majelis Taklim.

Masing-masing anggota komunitas pun, akan terikat satu sama lain melalui pengajian rutin yang dilakukan oleh majelis. Sehingg, akan tercipta basis-basis kecil.

“Bank Infaq hadir memang bukan seperti bank di dalam pikiran ibu-ibu. Kalau menunggu membentuk bank, akan sulit dan prosesnya lama. Makanya, kita berinovasi untuk membentuk Bank Infaq,” paparnya.

Sementara itu, Hambali, warga Ciputat mengatakan, dirinya pernah terjerat dalam rentenir Bank Infaq. Saat itu, dirinya sangat membutuhkan uang untuk biaya berobat.

“Cara meminjamnya sangat mudah bang. Tidak ada verifikasi data lagi. Cukup isi data lewat HP, uang langsung dikirim. Saya juga kaget, kok cepat banget prosesnya,” ungkap Hambali, saat peresmian Bank Infaq.

Saat itu, lanjut Hambali, dirinya meminjam uang Rp.500 ribu, dengan jangka waktu selama 1 minggu.

Bunga yang ditawarkan pun memang tinggi, mencapai Rp200 ribu.

“Karena kepepet saja bang. Akhirnya saya pinjam. Setelah saya lunasi, saya pinjam lagi Rp1 juta dengan tenggat waktu peminjaman yang sama. Bunga jadi makin tinggi lagi, mengikuti pinjaman,” jelasnya.

Dalam setahun, bunga di pinjaman online paling rendah bisa 200% hingga yang paling tinggi sampai 600%. Inilah yang dimaksud dengan praktik rentenir dan lintah darat tadi.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here