Masih Terganjal Status Lahan, Rumah Janda Empat Anak Belum Juga Dibangun

Rumah tinggal Yekah, di Kampung So, RT 004/02, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangsel.

METROTANGSEL.COM, Serpong – Rencana Pemkot Tangsel membangun rumah Yekah, janda empat anak yang tinggal di gubuk reot Kampung So, Rawamekar Jaya urung dilaksanakan.

Padahal awalnya, pembangunan bisa dimulai awal bulan September ini.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan, rencananya membangun rumah Yekah memang sedikit terkendala.

“Belum mulai, rupanya terkendala soal lahan. Akan saya rapatkan lagi secepatnya untuk bahas solusi dan jalan tengahnya,” ujar Benyamin, Senin (9/9).

Sementara Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkimta, Carsono menjelaskan, pihak pengembang BSD belum juga menyerahkan sebagian lahan yang kini ditempati Yekah dan keluarganya.

“Masih menunggu status lahan dari BSD,” jelas Carsono.

Disperkimta, lanjut dia, sudah bertemu dengan pengembang ini.

Namun, kata dia, akan dibicarakan lagi dengan para pimpinannya. Dan diperkirakan akhir bulan baru diberi jawabannya. 

“Senin minggu lalu saya sudah konfirmasi lagi dengan pihak BSD, komunikasi masalah lahan yang overlap HGB nya. Cuman masih harus dibahas ditingkat pimpinan managemen BSD dulu,” tegasnya. 

“Katanya sebelum akhir September dikabarkan,” tambahnya.

Sementara itu, Yekah sembari menunggu rumahnya dibangun, ia dan keluarganya sudah mengontrak, menggunakan uang yang dikasih Benyamin Davnie.

“Sekarang sudah ngontrak dulu. Duitnya dikasih dari pak Wakil Rp 1,6 juta buat dua bulan kontrak,” kata Yeka.

Lanjutnya, Pemkot Tangsel telah menawarkan solusi antara lain yakni pindah ke lokasi lain. Namun, dirinya ingin bertahan di lokasi.

“Tawaranya mau di tempat sekarang atau pindah ke lokasi lain, dengan luas tanah sama 200 meter sesuai dengan yang ditempati saat ini. Kita mah mana yang terbaik saja. Tapi kalau memungkinkan di sini, tempat yang sekarang aja dibangunnya,” ujarnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here