Motor Disita Polisi, Pelayan Rumah Makan Ini Pulang Jalan Kaki

METROTANGSEL.COM, Setu – Hari terakhir operasi patuh jaya 2019, yang dihelat Polres Tangsel sungguh tidak mengenakan bagi Dwi Haryanto (21). 

Pasalnya, karyawan salah satu rumah makan ini terpaksa jalan kaki ke tempat kerjanya lantaran motornya disita saat razia petugas gabungan di Jalan Tekhno Widya, Setu, Tangsel, Rabu (11/10) siang.

Dwi sempat kebingungan dan meminta bantuan pengendara lain, untuk dipesankan gojek melalui aplikasi telepon genggam.

“Mas, bisa minta tolong ngga, pesanin saya gojek dulu,” pinta pemuda berperawakan kurus ini.

Sayangnya, permintaan Dwi tidak terkabul lantaran si pengendara tidak punya aplikasi dimaksud.

“Niatnya naik goje, nanti tiba di tempat kerja bayar. Saya juga ga bawa hp atau uang soalnya. Habis antarin pesanan ke Viktor, Buaran,” jelasnya. 

Dwi yang kebingungan lantaran tidak kenal orang lain pun, memilih jalan kaki ke lokasi kerjanya.

“Lumayan ga jauh. Di sekitaran bakso Titoti Rawabuntu kerjanya,” akunya. 

Dwi menuturkan, motor bebek yang dikendarainya inventaris rumah makan tempat dia bekerja.

Karenanya, STNK tidak dibawa sama dia, karena berpikir sudah biasa tidak ada razia. 

“STNK ada, di rumah makan. Saya ga bawa. Motor rumah makan. Katanya dibawa ke Polsek Serpong motornya. Diminta diurus ke sana saja,” katanya lagi. 

Seperti diketahui, dalam razia kali ini, petugas kepolisian maupun Dinas Perhubungan mengamankan setidaknya empat kendaraan bermotor karena tidak dilengkapi surat.

Sementara angkutan umum, truk maupun mobil boks hanya diberi surat tilang. 

Razia siang bolong ini seperti biasa menimbulkan kepadatan kendaraan yang berakibat kemacetan.

Terutama dari arah belokan Viktor menuju taman Tekhno.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here