Diciduk Polisi Gegara Rampas HT Saat Demo, Mahasiswa UIN Jakarta Kini Dilepas

METROTANGSEL.COM, Ciputat- Mahasiswa UIN Syarif Hidyatullah Jakarta, Ahmad Nabil akhirnya dibebaskan aparat Polda Metro Jaya, meski sempat diciduk di rumahnya dan ditahan. Polisi menghentikan kasusnya atau SP3.

Diketahui, Nabil diamankan polisi terkait aksinya merampas Handy Talky (HT) milik aparat kepolisian.

Sementara rekanya Hatif ditangkap karena merampas tameng polisi. Video keduanya kemudian viral di media sosial.

“Sudah SP-3, jatuhnya pembinaan. Kami kembalikan ke orang tua untuk dibina,” ujar Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/9).

Rovan mengatakan pihaknya menghentikan kasus itu dengan berbagai pertimbangan.

Salah satunya karena keduanya menyadari kesalahannya dan telah meminta maaf. 

“Untuk kasus ini kami lakukan pembinaan, karena dari hasil diskusi mereka sudah minta maaf, menyesali perbuatannya dan kami lihat ini masih usia produktif,” imbuhnya.

Sementara Nabil yang mengaku sempat berucap kasar kepada polisi, dihadapan polisi menyampaikan permohonan maaf.

“Saya dengan ini mohon maaf kepada seluruh rekan-rekan anggota Polisi Republik Indonesia atas ucapan dan tingkah laku saya dalam video yang di-post oleh rekan saya dan viral di medsos,” jelas Nabil.

“Hal tersebut saya ucapkan bukan dari hati, akan tetapi respons dari psikis massa aksi. Adapun tindakan dari pihak kepolisan adalah sebuah langkah preventif guna melindungi aset vital negara yang datang akibat respons dari tindakan anarkistis dari massa aksi yang sudah tidak terbendung lagi,” jelas Nabil.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here