Pelebaran Jalan Bhayangkara Masih Terkendala Kesepakatan Harga Lahan

METROTANGSEL.COM-Serpong- Rencana Pemkot Tangsel untuk segera melakukan pelebaran jalan Bhayangkara, Serpong Utara masih terganjal pembebasan lahan warga setempat.

Sehingga masih harus dimusyawarahkan kembali. 

Kepala Bidang Pengadaan Tanah pada Dinas Permukiman Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangsel Rizqiah mengatakan, pembebasan lahan seluas 800 meter itu sejatinya sudah dilakukan sejak 27 Maretlalu, dengan cara diinventarisasi dan pengumuman.

“Prosesnya tinggal musyarawarah harga dan pembayaranyya dilakukan mulai tahun ini,” ujarnya, kemarin.

Ditambahkan Rizqiah, pada minguu- minggu ini, pihaknya akan kembali memusyawarahkanya dengan warga setempat, tentang harga untuk 30 bidang tanah yang akan dibayar.

“Lokasi tanah yang dibebaskan mulai dari Masjid Nur Asmaul Husna sampai sodetan depan Pusdiklantas dengan total lahan 3.733 meter persegi,” bebernya.

“Lahan yang akan kita bebaskan di Kelurahan Paku Jaya atau yang di Pusdiklantas saja yang belum keluar petanya dengan total sekitar 8.000 ribu meter pesegi. Jadi dengan lahan milik Pusdiklantas jumlahnya ada 31 bidang tanah yang akan dibebaskan,” tambahnya.

Masih menurutnya, jalan untuk saat ini eksisting dan nanti dari pinggir jalan masuk sekitar 8,5 meter.

Akhir tahun ini pembayaran mulai dilakukan sampai awal 2020 dan dilanjutkan pengerjaan fisik. Pengerjaan fisik akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel.

“Pelebaran Jalan Bhayangkara ini bagian dari RPJM dan kita fokus kesana. Jalan ini akan nyambung dengan lingkaran dalam Kota Tangsel,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Pemkot Tangsel harus mengalokasikan dana besar untuk pembebasan lahan tersebut. Setidaknya membutuhkan anggaran sekira Rp300 miliar.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here