Ayah Rudapaksa Anak Tiri Hingga Hamil dan Keguguran, Janin Dipaksa Dikubur

Korban didampingi anggota keluarga dan penasehat hukum saat membuat laporan polisi di Mapolres Tangsel.

METROTANGSEL.COM- Serpong- Getirnya hidup Bunga, sejak SD atau usia 12 tahun sudah ditinggal mati ibu kandungnya.

Sejak saat itu, dia dirudapaksa Sumardi (bukan nama sebenarnya) pemulung yang juga ayah tirinya hingga hamil.

Sumardi pun dilaporkan ke Mapolres Tangsel, Kamis(10/10).

Pada kehamilan pertama, saat usia memasuki usia kandungan tujuh bulan, janin dalam kandungan bunga keguguran. Ia pun berterus terang kepada Sumardi.

Diduga takut aksinya terbongkar oleh anak-anaknya yang lain (adik tiri bunga), Sumardi lantas memaksa Bunga menguburkan janin tersebut. Sumardi selamat.

Namun, sejak keguguran itu, Sumardi yang tinggal di wilayah Kedaung, Pamulang, Tangsel ini nampaknya kembali berusaha mengancam Bunga seperti sebelum-sebelumnya dengan pisau, agar mau melayani hasrat seksualnya.

Perbuatan itu berlangsung di lapak barang rongsokan, yang menjadi tempat tinggal keluarga Sumardi, termasuk bunga dan adik-adik tirinya (anak dari ibu kandung Bunga).

“Malam, pas masih 12 tahun, kelas 5 SD. Diancam sama ayah dengan pisau, aku takut,” cerita Bunga, saat melapor ke Mapolres Tangsel.

Dirinya mengaku saat hamil pertama takut keluar rumah dan gak berani berontak. Ia juga bercerita keguguran di umur kandungannya yang ke 7 bulan.

“Tiba-tiba keluar darah gede di kamar mandi, terus lapor ke ayah tiri, terus disuruh kubur aja, pengen cerita takut belum berani,” ungkapnya.

Pengakuan Nenek Korban Hingga Kasus Ini Terbongkar dan Dilaporkan

Disisi lain nenek korban NH (65) mengatakan tidak pernah menaruh curiga sama sekali jika Bunga adalah korban perkosaan ayah tirinya, hingga melahirkan anak perempuan berusia satu bulan yang saat ini dirawat dia.

“Saya tinggalnya di Ciputat, kalau dia, Bunga tinggal di Kedaung Pamulang. Jadi ga ada yang tahu hamil dan melahirkan aja,” cerita NH.

Namun, sebusuk-busuknya bangkai disimpan, tetap tercium juga.

Ya, NH yang penasaran melihat anak Bunga dibiarkan begitu saja di RSUD, berinisiatif mengajak bunga dan anaknya tinggal bersama. 

Hingga saat itu, NH belum menaruh rasa curiga sama Sumardi. “Bunga pun menceritakan ke adik saya, kalau anak tersebut hasil perkosaan ayah tirinya.

Dari situ baru kita sadar bahwa ternyata selama ini Bunga diperlakukan diluar batas,” jelasnya. 

“Saat korban hamil tinggal di Kedaung, lahir normal, ayah tiri korban yang nganter korban ke rumah sakit,” jelasnya. 

Sebagai nenek, NH pun melaporkan kasus ini ke Mapolres Tangsel bersama LBH. Dan Jumat (11/10), akan dilakukan visum dulu kepada Bunga seperti saran polisi sebelunya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here