Ini Kisah Bunga, ABG yang Sejak SD Dirudapaksa Ayah Tiri Hingga Dua Kali Hamil

ilustrasi

METROTANGSEL.COM, Serpong- Biadab! Sejak duduk di kelas 5 SD, Bunga (bukan nama sebenarnya) sudah harus merasakan getirnya hidup bersama ayah tirinya.

Bunga, yang tinggal di wilayah Kedaung, Pamulang, Tangsel ini, diperkosa oleh ayah tirinya hingga dua kali hamil.

Dikehamilannya yang pertama, Bunga yang ketika itu tidak mengetahui dirinya hamil, mengalami keguguran saat bayi dari benih ayah tiri yang dikandungnya itu berusia tujuh bulan.

“Kalau hamil pertama ga tahu. Karena namanya masih anak-anak jadi ya tahunya keluar gumpalan darah saja,” kata Ketua Lembaga advokasi dan Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Ferry Irawan, menirukan pengakuan korban.

Namun kata Ferry, tidak sampai di situ, lelaki bejad yang berprofesi sebagai pemulung ini terus melampiaskan nafsu birahi ke anak tirinya tersebut hingga Bunga kembali hamil.

Pada awal September 2019, Bunga akhirnya berterus terang ke neneknya dan menceritakan perlakuan biadab sang  ayah tiri  tersebut terhadap dirinya. Termasuk, tentang kehamilannya itu.

Bunga baru berani menceritakan atas apa yang telah dialaminya sejak duduk di bangku kelas 5 SD, saat ia tinggal bersama sang nenek dan anggota keluarga lainnya.

Dari kehamilannya yang kedua itu, bunga akhirnya melahirkan seorang anak perempuan benih dari sang ayah tiri.

“Korban diperkosa saat duduk kelas 5 SD diusia 12 tahun. Sekarang berusia 16 tahun. Selama itu dia sempat hamil dua kali,” ungkap Ferry Irawan saat mendampingi korban membuat laporan di Polres Tangsel, Kamis (10/9).

Anak dari Bunga, kata Ferry, saat ini diasuh oleh neneknya, termasuk Bunga sendiri.

Ibu Kandung Meninggal, Bunga Langsung Diperkosa Sumardi Berulang

Diceritakan Ferry, kasus pemerkosaan berujung dilahirkan anak oleh Bunga, berawal saat ibu kandung Bunga meninggal.

Diduga, Sumardi yang berprofesi sebagai pemulung itu mengancam Bunga agar aksinya tidak terendus atau diceritakan ke orang lain.

Bunga, kata Ferry, saat itu berusia 12 tahun. Dia diancam dengan pisau oleh Sumardi setiap kali dia mau melampiaskan birahinya.

Merasa sukses dengan ancamanya terhadap Bunga, Sumardi terus-terusan memperkosa Bunga hingga hamil.

“Saat itu korban masih berusia 12 tahun. Ayahnya ini ngancam dengan menggunakan pisau biar korban mau melayaninya,” kata Ferry.

Ferry yang merasa iba dengan kondisi Bunga, lantas berinisiatif melaporkan kasus itu ke Mapolres Tangsel, Kamis (10/10).

Namun untuk memastikan perlakukan yang diterima, korban diminta untuk melakukan visum terlebih dahulu.

 “Tadi kita sudah lapor ke Kanit PPA, tapi belum bisa diterima secara tertulis, karena polisi menyarankan untuk dilakukan visum terlebih dahulu tetapi dokter spesialis visum baru ada hari Jumat besok jam 9pagi di RSUD Tangsel,” tutur Ferry.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here