Soal Edaran Bergamis, Wanto : Keragaman Beragama di Tangsel Jangan Diusik

Ketua PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan, Wanto

METROTANGSEL.COM,SERPONG – Ketua DPC PDI Perjuangan Tangerang Selatan, Wanto Sugito mengecam keras, perintah kepada seluruh pegawai perempuan se Kecamatan Ciputat untuk menggunakan pakaian gamis hitam setiap hari Jumat, yang tersebar baru-baru ini.

“Meski beredarnya draft surat perintah dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Ciputat tertanggal 9/10/2019 belum terisi nomor surat dan belum ditandatangani Camat Ciputat Andi Patabai,” katanya melalui keterangan resminya, yang diterima awak media, Sabtu (12/10).

Menurut Klutuk-sapaan akrab Wanto, PDI Perjuangan Tangerang Selatan menganggap surat tersebut akan berdampak dan mengganggu keragaman di kota tersebut karena telah menonjolkan politik identitas yang sangat diskriminatif.

Surat Edaran yang beredar soal ASN Perempuan Tangsel wajib bergamis setiap Jumat.

“PDI Perjuangan Tangerang Selatan meminta kepada Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan untuk memanggil dan mengevaluasi Camat Ciputat untuk diklarifikasi kebenarannya. Jika benar atas inisiasi Camat Ciputat, diharapkan ada sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.

Lanjut Klutuk, PDI Perjuangan Tangerang Selatan menganggap harga mati Tangsel merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang didalamnya terdapat perbedaan golongan, suku, budaya dan agama sehingga wajib hukumnya untuk tidak mengeluarkan surat dalam bentuk apapun yang diskriminatif dan mengganggu kebhinekaan yang telah dirintis oleh para pendiri bangsa.

“PDI Perjuangan Tangerang Selatan meyakini Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pelayan rakyat dari segala lintas golongan, sehingga wajib hukumnya untuk saling menghormati perbedaan dengan tidak mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan Pancasila,” tandasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here