Ini Kronologis Gagalnya Wisuda Rani dan Ijazahny yang Ditahan Kampus

METROTANGSEL.COM, Bintaro – Berdasarkan cerita Rani kepada media, Rabu (16/10), sedianya wisuda itu akan berlangsung pada Sabtu 12 Oktober 2019 kemarin.

Surat undangan wisuda, serta perlengkapan toga dan sebagainya pun telah diberikan kepadanya dari pihak kampus pada 8 Oktober 2019.

“Surat undangan sudah diberikan sebelumnya. Karena mau diwisuda pasti senangnya bukan main, lalu saya pulang ke rumah orangtua di Serang (Banten), dan mengabarkan kepada keluarga yang lain,” katanya.

Namun, jelang diwisuda hari Jumat 11 Oktober, keluar surat keputusan dari kampus bahwa dia tak bisa mengikuti wisuda. Tertera keterangan, jika alasannya adalah Rani tak melaporkan pencapaian pendidikan yang ditempuh melalui program beasiswa.

“Saya syok juga tiba-tiba dibatalin. Alasannya nggak ada report soal pencapaian pendidikan. Jadi kata pihak kampus, harus direport setiap semester. Padahal dari waktu awal masuk kuliah, memang nggak pernah ada penjelasan itu,”  bebernya.

“Teman-teman saya yang beasiswa juga nggak ada masalah, nggak pakai istilah report begitu,” ujar mahasiswi Jurusan Keperawatan S1 STIKes IMC. 

“Saya terima beasiswa dari pemilik yayasan itu sendiri, untuk melanjutkan ke jenjang Sarjana,” tuturnya.

Sementara, Wakil Ketua II Bidang Non Akademik STIKes IMC Bintaro, Daelami Ahmad, mengatakan, jika batalnya wisuda dan ditahannya ijazah Rani bukan disebabkan persoalan administratif. 

“Bukan soal administratif, karena mahasiswa yang belum selesai pembayaran saja di sini masih bisa ikut ujian skripsi, nanti saat mau wisuda baru dilunasi,”kata Ahmad.

Namun lebih pada persoalan sederhana, yaitu tidak adanya komunikasi Rani terhadap yayasan.

“Ya enggak mungkin kalau enggak ada sesuatu, tahun lalu kami sudah kasih kesempatan agar Rani menemui yayasan, tapi belum dilakukan,” tuturnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here