Pemkot Tangsel Akan Kaji Ulang Perwal Pembatasan Operasional Truk

METROTANGSEL.COM, Ciputat – Selama 10 tahun diberlakukan, Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kota Tangerang Selatan, dinilai banyak pihak tak efektif. 

Bahkan setiap ada kecelakaan, Perwal ini pasti dipermasalahkan.

Terbaru, kasus meninggalnya mahasiswa UIN Jakarta yang meninggal di Bintaro beberapa hari lalu.

Meski banyak diprotes, Pemkot Tangsel maupun Dinas Perhubungan tak bergeming. 

Menurut Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, revisi Perwal tersebut mutlak harus dilakukan segera.

Dinas Perhubungan pun, kata Benyamin, sudah diminta membuat kajian kembali untuk lokasi-lokasi yang memang mesti dibatasi jam operasional kendaraan besaf ini. 

“Nanti kami lihat, kalau diperlukan perluasan pelarangan itu akan kami lakukan. Kami sudah minta Dishub untuk melakukan kajian terkait perluasan perwal,” kata Bang Ben kepada metrotangsel.com, kemarin.

Seperti diketahui, Perwal Nomor 3 Tahun 2012 hanya diberlakukan untuk Jalan Pahlawan Seribu, Serpong yang menjadi batas Kota Tangsel dan Kabupaten Bogor.

 “Itu kan dari 2012, perwal mengatur koridor Serpong, memang dibatasi, beroperasi pukul 21.00 sampai 05.00pagi. Kalau di graha di luar koridor itu,” katanya.

Yang pasti diubah dari Perwal ini, batasan hanya di koridor Serpong akan diperluas hingga koridor Pondok Aren.

“Pondok Aren pasti diubah. Perwal ini kan mengatur jam operasional dan kecepatan,” jelasnya. 

Bang Ben tidak menampik bahwa salah satu hal yang mendorong Pemkot untuk merevisi ini karena seringnya kecelakaan, di Pondok Aren misalnya. Selain itu, juga ada desakan dari masyarakat. 

“Karena pertama adanya kejadian kecelakaan. Kedua, permintaan dari masyarakat dan kebutuhan daerah. Itu yang mendorong kita untuk melakukan evaluasi, review lagi dan perluasan areal pembatasan Perwal,” tandasnya.

Disinggung apakah revisi Perwal ini memakan waktu lama, Bang Ben menegaskan sebenarnya tidak terlalu. Hanya memang, kata dia, kajian komprehensif dan tekhnis. 

“Memang kalau mau lengkap harus disertai kajian tekhnis ya. Tapi itu kan memakan waktu. Mungkin nanti kajiannya diinterlan Dishub saja dengan mengundang narasumber-narasumber tertentu,” tandasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here