Tahan Ijazah Mahasiswi, LBH Keadilan Somasi STIKes IMC Bintaro

Ketua LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzi, menunjukan surat somasi yang dilayangkan ke STIKes IMC Bintaro

METROTANGSEL.COM, Bintaro- Persoalan gagal wisuda dan penahanan Ijazas Siti Khairani, mahasiswi STIKes IMC Bintaro, berbuntut panjang.

Rani – sapaan akrab Siti Khairani – mengadukan persolanan yang menimpanya itu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan.

Sebelumnya, Rani mengaku telah melakukan berbagai upaya, seperti yang diarahkan pihak kampus agar bisa mengikuti wisuda dan mendapatkane ijazah.

“Saya coba semaksimal mungkin menemui pihak yayasan, saya datangi ke rumah, saya telepon, tapi tidak ada respons, dan kondisi itu saya sampaikan ke pihak kampus, tapi tetap saja pihak kampus maunya saya harus bisa bertemu langsung pihak yayasan,” imbuhnya.

Pengakuan Rani, selama mengikuti studi di STIKes IMC tak pernah ada permasalahan yang dibuatnya.

“Saya enggak pernah ada masalah selama kuliah, administrasi juga selesai semua. Sekarang saya ikhlas kalaupun memang dibatalkan wisuda kemarin, tapi saya mau meminta hak ijazah saya segera diberikan,” ujarnya.

Melalui bantuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan, akhirnya Rani menggugat pihak kampus lantaran dituding tanpa dasar menahan ijazahnya.

Somasi pun dilayangkan kepada STIKes IMC dengan batas waktu selama 3×24 jam ke depan. Jika tak digubris, maka proses akan dilanjutkan ke meja hijau.

“Kami menyampaikan somasi, kedatangan kami meminta agar pihak kampus menyerahkan ijazah dari klien kami, tapi tadi pihak kampus tetap tidak bersedia,” jelas Abdul Hamim Jauzie, Ketua LBH Keadilan ditemui usai menyerahkan surat Somasi di STIKes IMC Bintaro.

Diterangkan Abdul Hamim, sejak awal mendapat beasiswa, sebenarnya Rani tidak mendapat kewajiban apapun untuk melaporkan capaian studinya tiap semester.

Disebutkan, jika alasan itu mengada-ada dan sengaja dibuat untuk menghalangi kliennya diwisuda dan mendapatkan ijazah.

“Ini keliru jika STIKes diintervensi oleh yayasan, kan seharusnya beda perannya. Intervensi ini atas dasar apa? ini bis kita laporkan ke Kemenristekdikti, karena mahasiswa sudah selesai studi tapi ijazah ditahan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua II Bidang Non-Akademik STIKES IMC Bintaro Daelami Ahmad mengelak prosesi wisuda Rani telah digagalkan, melainkan hanya di ditunda. 

“Jadi kalau permasalahin ini selesai,  Rani bisa wisuda tahun depan,” ucap Daelami di ruangannya. 

Ia beralasan, bahwa semua ini hanyalah kesalahan paham.

“Ini hanya masalah komunikasi. Semacam etika normatif saja. Kita akan atur dalam waktu satu sampai tiga hari untuk mengadakan pertemuan dengan beliau (pimpinan yayasan),” pungkasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here