Fraksi Gerindra Minta Pemkot Serius Atasi Angka Kemiskinan

Li Claudia Chandra

METROTANGSEL.COM, Setu – Pembahasan Rencana Anggaran Pendpaatan Belanja Daerah (R-APBD) 2020, masih menempuh proses panjang.

Dalam pembahasan anggaran tersebut lintas Fraksi di mulai memberikan tanggapannya.

Termasuk dengan Fraksi Gerindra yang mendesak agar pada program 2020 nanti harus ada penguatan kesejahteraan sosial masyarakat Tangsel.

Dimana menurut Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel dari unsur Fraksi Gerindra, Li Claudia Chandra, jumlah penurunan kemiskinan di Tangsel tidak signifikan dengan jumlah APBD setiap tahunnya yang sangat besar.

Politisi perempuan yang akrab disapa Alin ini menjabarkan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 ada sebanyak 28.730 jiwa atau sebanyak 1,76 persen.

Kemudian pada 2018 terjadi penurunan sampai 1,68 persen atau sebanyak 28.212 jiwa.

“Jika melihat angka itu berarti hanya berkurang sebanyak 518 jiwa. Angka ini jelas tidak signifikan mengingat saat itu total APBD kita sebanya Rp 3,4 triliun. Kami desak di 2020 ini Pemkot Tangsel harus serius dan sungguh-sungguh menekan angka kemiskinan dan ketimpangan di Tangsel,” ujarnya.

Lebih lanjut Alin mengatakan, dengan peningkatan APBD 2020 yang direncanakan sebesar Rp 3.9 triliun itu.

Maka Pemkot Tangsel harus memiliki konsep yang jelas dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di Tangsel.

Konsep yang dimaksud Alin ialah, dimana pemerintah harus mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh masyarakat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu, sesuai dengan martabat kemanusiaan.

“Kami menilai bahwa pemerintah Tangsel belum memiliki konsep dalam mengatasi permasalahan kesejahteraan masyarakat. Khususnya dalam pengentasan kemiskinan, menekan ketimpangan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar perempuan yang kini menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Tangsel.

Peningkatan kesejahteraan sosial itu tambah Alin, juga harus sejalan pula dengan penguatan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.

Dimana pemerintah harus memiliki konsep jelas dalam penguatan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil menengah dan industri kecil.

“Perkembangan teknologi saat ini tentunya harus menjadi alat bagi pemerintah untuk bisa meningkatkan daya saing pelaku industri kecil dan menengah, agar terhindar berbagai macam gangguan ekonomi. Dan juga pemerintah harus memiliki strategi jelas menghadapi gangguan itu guna memperkuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Selain itu, Alin juga menyinggung soal transparansi pemerintah dalam penyusunan anggaran.

Menurutnya semuanya harus tersampaikan secara transparan kepada masyarakat.

“Kami dari Fraksi Gerindra akan mengawal ketat penyusunan anggaran untuk dijalankan di 2020 nanti. Karena bagi kami peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat adalah segalanya,” pungkasnya. (idm/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here