Supir Truk Tanah yang Lindas Mahasiswa UIN di Bintaro Tidak Ditahan

METROTANGSEL.COM, Serpong – Polres Tangsel telah merampungkan hasil penyelidikan kasus kecelakaan Niswatul Umma, mahasiswi UIN Jakarta yang tewa terlindas truk tanah di Bintaro, beberapa waktu lalu. 

Hasilnya, Polisi menilai, sopir truk tak terindikasi melakukan tindak pidana dalam kecelakaan tersebut dan dibebaskan. Justru korban dianggap lalai. 

“Fakta di lapangan menyebutkan yang lalainya adalah pengendara motor. Jadi kendaraan korban menabrak truk yang berhenti di sisi kiri jalan, lalu korban terjatuh ke sebelah kanan, secara kebetulan melintas truk lainnya dari arah yang sama hingga tak bisa mengelak, dan akhirnya melindas korban,” kata Kepala Unit (Kanit) Kecelakaan Lalu Lintas Polres Tangsel Iptu Dhady Arsya, di Mapolres Tangsel, Rabu(13/11/2019).

Lebih lanjut Dhady mengatakan, korban sempat terseret roda truk merek Hino B 9569 CQA sekira 14 meter.

Pengemudi truk, Madrais, disebutkan tak mengetahui jika korban terjatuh hingga masuk ke dalam kolong kendaraannya.

Begitu mengetahui korban tewas, sang sopir memilih kabur. Meski akhirnya dia menyerahkan diri ke Mapolres Tangsel.

Terseret truk bertonase berat membuat kondisi jasad korban mengenaskan.

Hal itu yang membuat pihak keluarga histeris dan mendesak kepolisian mengungkap kasus tersebut seadil-adilnya.

Apalagi diketahui, operasional truk tanah pada jam-jam sibuk dianggap melanggar ketentuan.

“Setelah kita lakukan penyelidikan mendalam, kita periksa saksi-saksi, kita gelar perkara juga di TKP. Sehingga sebenarnya korban ini yang tersangka. Karena tak fokus berkendara hingga menabrak truk yang terparkir. Tapi pihak truk mau membantu secara kekeluargaan, kita mediasi, ada bantuan kepada keluarga korban,” jelas Dhady

Kecelakaan nahas itu terjadi di Jalan Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, Tangsel,

Senin 14 Oktober 2019 sekira Pukul 15.30WIB. Saat kejadian, korban tengah mengemudikan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah B 6274 VNM.

Sebelumnya, Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Tangerang dan Dema UIN Jakarta sudah melayangkan somasi ke Pemerintah Kota Tangsel.

Mereka meminta Walikota Airin Rachmi Diany mengevaluasi Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Waktu Operasional Kendaraan Angkutan Barang di wilayah Kota Tangsel.

Di mana disebutkan dalam Perwal itu, bahwa jam operasional truk bertonase besar dimulai sejak pukul 21.00WIB hingga pukul 05.00WIB.

Problemnya kemudian, ketentuan tersebut hanya berlaku di Jalan Pahlawan Seribu, Serpong. Para mahasiswa pun mendesak, peraturan diperluas ke wilayah lainnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here