Kasus Mahasiswi UIN Jakarta Tewas Terlindas Truk ; Dema UIN Datangi Mapolres

Ketua DEMA UIN Jakarta Sultan Rivandi

METROTANGSEL.COM, Serpong – Kecelakaan maut yang merenggut nyawa mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Niswatul Umma, Sabtu, 14/10/2019 lalu di Jalan Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, TangerangSelatan (Tangsel) terus bergulir.

Sebelumnya ramai diperbincanfkan jika korban jadi tersangka. Sementara menurut Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, kasus ini masih dalam proses penyidikan dan pengumpulan bukti-bukti tambahan. Korban bukan tersangka tapi posisinya saja lemah jika dilihat dari olah TKP sementara. 

Guna mendapatkan kepastian soal kasus ini, Dewan Mahasiswa UIN Jakarta, Kamis, (21/11/2019) meresponya dengan mendatangi Mapolres Tangsel, meski bukan atas nama keluarga korban. Mereka berbincang langsung dengan Ferdy Irawan.

Ketua DEMA UIN Jakarta Sultan Rivandi usai melakukan pertemuan dengan Ferdy Irawan menjelaskan, bahwa kedatangan mereka tidak mengatasnamakan keluarga namun lebih kepada penegakan hukum terkait tewasnya mahasiswi UIN beberapa waktu lalu. 

“Kedatangan kami disini tentu bukan mewakili pihak keluarga, bukan mempresentasikan dari pihak keluarga, karena kemarin kita sudah bertemu pihak keluarga secara keseluruhan pihak keluarga sudah menyelesaikan kasus ini, sudah legowo, ikhlas, dan lainnya,” Kata Sultan.

Selain itu Sultan juga menegaskan kehadirannya ingin menegakkan keadilan dalam penyelesaian kasus Niswatul Umma hingga hal serupa tidak terjadi pada masyarakat lainnya. 

“Kehadiran kami disini ingin menegaskan bahwa ditegakannya keadilan dalam penyelesaian kasus mahasiswi UIN Jakarta yang menjadi korban, dan kami juga ingin memastikan bahwa tidak ada yang disembunyikan dalam kasus ini, kami juga menegaskan tidak ada Niswatul berikutnya,” jelasnya.

Lanjutnya, dia juga menjelaskan pada poin pertama dalam surat pernyataan sikap, pihaknya menyampaikan pertanyaan kepada pak Dady selaku Kanit Lantas Polres Tangsel, disampaikan juga secara langsung kepada Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan bahwa usai kejadian Dema UIN telah membentuk tim.

“Kawan-kawan dilapangan itu merasa ada perbedaan atas hasil kawan-kawan dilapangan dengan BAP yang ditunjukan pak Bayu, pak Dady dan lainnya. Apalagi kami mempertanyakan langsung atas tudingan seperti korban dijadikan tersangka, dibilang lalai, kami pertanyakan, bagaimana definisi lalainya, beliau punya sim, menggunakan helm, menggunakan jaket, lalu apa definisinya sehingga dibilang lalai,” paparnya 

Berikutnya yang kedua Dia juga mempertanyakan supir truk penabrak Iswatul. “Korborasinya siapa, PT apa, jangan sampai ada yang disampaikan ada yang disembunyikan dan dirugikan dalam kasus ini, keadilan harus ditegakkan,” tandasnya. 

“Kami tanyakan itu secara langsung. Pak Kapolres juga menugaskan kepada pak Dady, jangan ragu untuk menuntaskan kasus ini, disidik kembali penyidikannya, kemudian yang kami dapatkan jawaban kenapa lalai si korban, secara teknik dijelaskanlah bahwa sebetulnya ada truk parkir disana, tertabraklah, terpental, terlindas ban belakang, lalu kami sampaikan jangan semena-mena dalam men cap atau men Judge si korban lalai, karena kawan-kawan dilapangan melaporkan tidak seperti itu, ini untuk mencocokan hasil kawan kami dilapangan agar sesuai, jangan ada kontradeksi disini,” terangnya. 

Sultan kembali menegaskan bahwa hasil olah TKP yang disampaikan masih sama seperti itu, yaitu bertentangan dengan laporan tim DEMA UIN Jakarta dilapangan.

“Tadi saya sampaikan juga sama kapolres, jangan sampai timbul pertanyaan, kok korporasi tidak dibuka, si supir dilepas begitu saja, kronologis supir tidak dijelaskan dari mana mau kemana, ngangkut barang apa, bekerja untuk siapa, kami ingin memastikan itu semua seterang-terangnya, sementara solusi dari kapolres masih menunggu, Kapolres mengatakan ini belum di SP3 kan, ini belum selesai, masih dalam tahap penyedikan bahwa ini masih dalam proses sampai hasil kajian kami dengan fakta hukum cocok, apa yang melatar belakangi di SP3 kan kasus ini,” paparnya.

Penyidikan Berlanjut Belum SP3

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan Polres Tangsel memberi penjelasan terkait perkembangan kasus tersebut. “Soal kedatangan mereka itu kami dari Polres Tangsel memberi penjelasan ulang pada anak mahasiswa UIN tentang posisi kasus yang sudah dilakukan Polres Tangsel, termasuk juga meluruskan berita yang simpang siur selama ini,” terang Ferdy. 

“Kan bias beritanya kan bahwa korban seolah-olah menjadi tersangka, sementara belum ada tersangka dalam kasus ini dan korban tidak menjadi tersangka, hanya kita menjelaskan dari proses penyidikan sampai sejauh ini posisi korban itu agak lemah, lemah bukan berarti dia tersangka tetapi lemah sehingga untuk kita mentersangka kan supir truk yang menyebabkan dia meninggal itu belum kita dapatkan bukti yang cukup,” tambahnya. 

Selanjutnya masih menurut Ferdy, mahasiswa UIN dalam memberikan masukan ke Polres Tangsel terkait hasil temuan dilapangan, masukan itu akan dijadikan sebagai perbandingan.

“Nanti, mudah-mudahan jadi masukan baru bagi kami untuk proses penyedikan selanjutnya kalau memang itu nanti sesuai dengan faktanya, masih kita pelajari, karena tadi baru kita terima, penyidikan masih terus berjalan sampai pada akhirnya kita berikan kepastiam hukum.  Belum di SP3 kan, makanya kita luruskan berita yang simpang siur, bahwa sudah dihentikan, bahwa korban tersangka, tidak benar seperti itu, kasus masih berjalan,” pungkasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here