Dinkes Kota Tangsel Gencar Sosialisasikan Perda Kawasan Tanpa Rokok

METROTANGSEL.COM, Serpong – Guna mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan tidak henti-hentinya melakukan berbagai  upaya serius, agar Perda ini diketahui masyarakat.

Salah satunya lewat sosialisasi massif yang menyasar tujuh kawasan utama sesuai dengan yang disebutkan dalam Perda ini. Sosialisasi bahkan dilakukan ke warga usai shalat Subuh.

Diketahui, tujuh kawasan yang jadi menjadi sasaran utama sosialisasi tersebut yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Iin Sofiawati, sosialisasi Perda KTR ini sudah dan akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat hingga benar-benar tepat sasaran dan informasinya massif juga diterima warga terkait KTR ini.

“Sudah kita sosialisasikan ke organisasi perangkat daerah, kelurahan, puskesmas, bahkan ke masjid usai solat subuh,” kata Iin Sofiawati, Selasa, (17/12/2019).

Dikatakan Iin, dalam melakukan sosialisasi ini, Dinkes turut menggandeng sejumlah mitra kerja. Seperti, Forum Kota Sehat, Dewan Masjid Indonesia (DMI), sekolah, majelis pengajian, posyandu, kelurahan serta kader kesehatan.

Tidak berhenti sampai disitu, Dinkes turun langsung ke berbagai pasar tradisional. Harapan besarnya di kawasan pasar ini, mereka benar-benar mengetahui perihal Perda KTR, yang ternyata mereka belum mengetahuinya sebelumnya.

“Sosialisasi hingga ke konsumen maupun pedagang di pasar tradisional sudah kita lakukan sosialisasi. Mereka mengaku baru mengetahui adanya Perda KTR. Inilah yang kita upayakan dari sosialisasi ini. Mereka jadi mengetahui kalo Kota Tangsel sudah memiliki Perda KTR,” tegasnya Iin.

Segera Kukuhkan 20 Satuan Tugas (Satgas)

Mengingat Perda KTR ini akan mulai diberlakukan pada tahu 2020 ini, Dinkes sebagai leading sector dalam hal ini akan membentuk satuan tugas (Satgas) KTR. Rencananya, dalam waktu dekat ini sebanyak 20 satgas KTR akan dikukuhkan.

“Tugas utama satgas ini adalah mengingatkan jika masih ada yang merokok sembarangan di kawasan tanpa rokok. Selain itu, penyebarluasan, pemantauan, informasi dan edukasi dengan berkoordinasi dengan elemen masyarakat,” terangnya.

Iin menjelaskan, Perda KTR ini akan diberlakukan mulai 2020. Untuk mewujudkan Perda TR berjalan dengan baik, Dinas Kesehatan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan membuat aplikasi pemantauan dan evaluasi KTR.

Nantinya, bagi perokok yang ketahuan merokok di kantor akan didenda. Pembayaran denda bisa melalui aplikasi Tangselpay. “Sanksi tegas ini kita berikan untuk mewujudkan Kota Tangsel Bebas asap Rokok,” tandasnya.

Diketahui, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan produk tembakau. Oleh karena itu semua tempat yang telah ditetapkan sebagai KTR harus bebas dari asap rokok, penjualan, produksi, promosi dan sponsor rokok. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here