Diguyur Dana Bos Rp 1,6 M, SMPN 4 Tangsel Tetap Minta Biaya Operasional ke Wali Murid

METROTANGSEL.COM, Paamulang – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Kota Tangerang Selatan kembali mengambil kebijakan memungut sejumlah biaya operasional sarana dan prasarana sekolah kepada wali murid.

Bertempat di salah satu ruang kelas, komite SMP Negeri 4 Kota Tangsel menggelar pertemuan dengan sejumlah wali murid kelas 7.6 pada Selasa (25/12/2019).

Dalam pertemuan itu, Ketua komite SMP Negeri 4 Kota Tangsel Abdul Qodir bersama sejumlah anggota komite menjelaskan kepada wali murid adanya pungutan yang bersifat sukarela.

Pungutan ini dilakukan lantaran kurangnya dana Bantuan Oprasianal Sekolah (BOS) dan Bantuan Oprasional Sekolah Daerah (BOSDa), untuk membiayai sejumlah sarana dan prasarana sekolah.

Disampaikan Qodir, pungutan dilakukan lantaran alokasi anggaran dari pemerintah tidak cukup. Jika kalkulasi per siswa mendapatkan anggaran Rp90 ribu per bulan, belum termasuk ada potongan 30 persen.

Lanjut Qodir, untuk biaya listrik per bulan mencapai Rp25 juta, sementara bantuan dari pemerintah hanya sebesar Rp5 juta hingga Rp7 juta rupiah per bulan.

“Ini yang harus kita sama-sama carikan solusi supaya setiap bulan kita ada, bukan donasi lah, kita ibaratin sebagai sedekah dan infaq, kita niatin ini adalah investasi yang nilainya ibadah, ini yang terus saya diskusikan oleh pihak sekolah,” ungkapnya, dalam forum.

Qodir menuturkan, tidak hanya listrik, di dalam sumbangan tersebut, juga akan dipergunakan untuk pembiayaan kegiatan lain, seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), makan minum guru, honor piket untuk menjaga kebersihan sekolah di waktu libur, dan pemeliharaan AC.

Terpisah, meski sifatnya sukarela, namun salah seorang wali murid yang identitasnya sengaja tidak disebut, mengaku cukup keberatan atas pungutan-pungutan yang dilakukan pihak sekolah, yang rencananya akan mulai dilakukan pada Januari mendatang.

“Sebenarnya keberatan juga, selain membebani, setahu kita kan sekarang sekolah sudah gratis, tidak ada biaya apapun, karena sudah ditanggung oleh pemerintah,” ujarnya.

Diketahui dari data informasi yang dihimpun, jika ditotal alokasi anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Daerah (BOSda) untuk SMP Negeri 4 Kota Tangsel adalah sebesar Rp 1.643.120.000, dengan uraian anggaran BOS Rp 893.000.000, dan BOSDa dengan total anggaran sebesar Rp 750.120.000

Pada rincian anggaran BOS SMP 4 Tangsel terdapat alokasi Rp 202.680.000 juta untuk pembiayaan listrik dan telepon. Kemudian ada pula alokasi anggaran untuk biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

Seperti pemeliharaan AC yang berada di perpustakaan, ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, guru, ruangan Tata Usaha, dan ruangan laboratorium komputer, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 38.500.000.

Selain itu, pada rincian anggaran BOSDa SMPN 4 Kota Tangsel, terdapat alokasi anggaran 38.300.000 yang diperuntukan, diantaranya untuk kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional, sisa anggaran lainnya diperuntukan untuk membiayai beberapa kegiatan lainnya.(jun/sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here