Hoaks hingga Politik Identitas Jadi Perhatian Serius Polri Pada Pilkada 2020

METROTANGSEL.COM, Jakarta –  Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, Polri akan menggelar operasi mantap praja di seluruh wilayah penyelenggara.

Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Asep Adi Saputra mengatakan, operasi itu dilakukan sebagai upaya pengamanan. Adapun polri akan melakukan empat dimensi indeks potensi kerawanan (KPK) yang sering terjadi dalam Pilkada.

“Pertama adalah dimensi penyelenggaraan, yang kedua dimensi peserta Pilkada, yang ketiga dimensi potensi gangguan dan definisi ambang gangguan agar diketahui bahwa 270 wilayah melaksanakan Pilkada ini,” kata Asep di Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).

Operasi yang digelar oleh pihak kepolisian ini juga berlaku di semua satuan kepolisian daerah. Karena itu, lanjut Asep pendekatan indeks kerawanan atau potensi kerawanan itu sangat tergantung dari pemetaan wilayah atau daerah masing-masing

Asep juga menuturkan, membaca dari dari Pemilu atau Pilkada yang sebelumnya, ada beberapa hal yang memang menjadi perhatian. Seperti adanya praktik politik uang, sebagian kelompok yang mengedepankan politik identitas serta banyaknya hoaks yang beredar di masyarakat. “Dalam hal ini menjadi bagian kerawanan-kerawanan kita waspadai dari pihak kepolisian,” kata Asep.

Selain itu, Asep juga menerangkan dalam pelaksanaan Pilkada 2020 ini peran satuan tugas nusantara sebagai sistem tetap akan dilanjutkan. “Jadi satuan tugas ini bertugas untuk menjaga situasi yang mungkin saja bisa terjadi dengan merendam berbagai potensi-potensi dari hal-hal yang tadi kan disebutkan sebagai potensi kerawanannya,” pungkasnya.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here