Diterjang Banjir Bandang, 20 Jembatan Ambrol dan 12 Sekolah Rusak di Kabupaten Lebak

Banjir bandang di Kabupaten Lebak, Banten merusak insfrastruktur di enam kecamatan (Foto: Dok Net)

METROTANGSEL.COM, Banten – Tingginya intensitas hujan menyebabkan sejumlah wilayah di Jabodetabek, Jabar dan Banten terendam banjir. Bahkan banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lebak, Banten menimbulkan kerusakan di enam kecamatan.

Enam kecamatan itu diantaranya Kecamatan Cipanas, Kecamatan Lebak Gedong, Sajira, Curugbitung, Maja, dan Cimarga. Kecamatan Cipanas merupakan Kecamatan yang mengalami kerusakan insfrastruktur terparah.

Banjir ini merendam 2.167 rumah yang berada di enam Kecamatan, 34 titik di 22 desa. Genangan air terjadi akibat meluapnya sungai Ciberang, Selain itu, banjir bandang juga merusak 20 unit jembatan permanen dan jembatan gantung.

Tak hanya itu, satu ruas jalan akses warga di Kecamatan Cipanas amblas akibat terjangan banjir bandang itu. Dampak yang ditimbulkan dari luapan air ini juga mengisolir beberapa daerah.

“Di Cipanas ada 40 meter ruas jalan amblas. Satu unit jembatan gantung dan jembatan permanen di Sajira, satu unit jembatan di kampung Muara Lebak Gedong,” ungkap Kepala BPBD Lebak, Kaprawi.

Hingga kini, ribuan warga yang sebagian besar tinggal di bantaran sungai Ciberang, masih mengungsi di posko yang telah dibangun pemerintah dan juga mengungsi ke rumah kerabat yang posisinya jauh dari bantaran sungai.

Sementara itu, sebanyak 12 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir ini. Dua puluh orang guru dan tenaga kependidikan terdampak banjir bandang yang merendam rumah mereka. “Tim dari Direktorat Pembinaan SMP dan LPMP Banten sudah turun ke lapangan memberikan bantuan awal,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (4/1/2020).

Nadiem mengatakan bahwa saat ini direktorat teknis terkait sedang menyiapkan bantuan berupa tenda sekolah darurat, perlengkapan sekolah, alat permainan edukatif (APE), laptop untuk pembelajaran, serta buku-buku cerita. Kemudian juga disiapkan bantuan berupa layanan psikososial bekerja sama dengan beberapa lembaga.

“Kemendikbud juga sedang melakukan pendataan untuk pemberian tunjangan khusus bagi para guru terdampak banjir yang akan diberikan selama tiga bulan. Tunjangan profesi bagi guru terdampak banjir juga tetap akan dibayarkan,” tambahnya.

Terkait rehabilitasi sekolah terdampak banjir, Nadiem menyatakan akan melakukan koordinasi dan pengkajian terlebih dahulu dengan melibatkan Pemda, BNPB, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.(sam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here