Puji Sikap Kritis Mahasiswa Sumsel di Banten, Edi Junaidi: Harus Berani Tagih Janji Gubernur Terpilih

Ketua SMSI Banten Edi Junaidi (pegang mik) saat menyampaikan pandanganya terhadap mahasiswa Sumsel dan arah kebijakan pembangunan Gubernur Herman Deru.

METROTANGSEL.COM, Serpong – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Banten, Edi Junaidi memuji wawasan mahasiswa asal Sumatera Selatan (Sumsel) yang saat ini menyebar di berbagai kampus ternama wilayah Banten.

Edi Junaidi juga mendorong mahasiswa provinsi tersebut untuk lebih kritis menyikapi berbagai persoalan yang ada di Sumsel. Terutama kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Herman Deru. Menurut dia, sebagai “corong” suara rakyat, mahasiswa tentu saja harus bersikap jika dalam perjalanan pemerintahan Herman Deru tidak sesuai janjinnya.

“Saya harap, mahasiswa Sumsel yang kuliah di Banten berani menagih janji kampanye gubernur Sumsel terpilih Herman Deru,” ungkap Edi Junaidi saat diskusi bersama mahasiswa Sumsel, bertema “Peran Kritis Mahasiswa Sumatera Selatan Dalam Mengawal Kebijakan Pemprov Sumsel Dibawah Kepemimpinan Gubernur Herman Deru”, di Cafe Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cireunde, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, kemarin.

“Kebijakan Gubernur Herman Deru yang harus dikritisi utamanya adalah infrastruktur. Soroti ini, bilamana janjinya meleset, dan tidak komitmen, mahasiswa harus berani aksi, dan bersuara keras mewakili rakyat. Bahkan mahasiswa boleh menuntut Gubernur Herman Deru untuk turun,” sambung sosok yang juga menjabat Ketua PWI Tangsel ini.

Junaidi menambahkan, dirinya berharap mahasiswa Sumsel menjadi pemimpin wilayah, dan juga berani menentang kebijakan gubernur Sumsel yang tidak pro rakyat.

“Saya melihat potensi kecerdasan para mahasiswa Sumatera Selatan yang kuliah di wilayah Banten, sangat mencintai wilayah tanah lahirnya. Artinya ini ada kepedulian yang tinggi, walaupun kuliahnya di Banten, mereka juga berhak mengkritisi pemimpin wilayah, asal tetap kompak,” ucap Junaidi.

Selain Junaidi, nara sumber lain hadir diantaranya, Amirul Mukminin yang masih menjabat sebagai ketua umum Ikatan IKMS, Riyan Hidayat (Sekjen DPP PGK), (Direktur BAKORNAS LKMI) Rapil Ansen, aktivis Sumsel Nopri Agustian, dan juga badan penghubung provinsi Sumsel.

Sementara itu Sekjend DPP PGK Riyan Hidayat mengajak mahasiswa Sumatera Selatan untuk kritis dan mandiri dalam upaya berkontribusi untuk daerahnya.

“Mahasiswa harus kritis dan mandiri dalam mengawal kebijakan pemprov sumsel. Jangan sampai tidak pedulinya pemprov terhadap mahasiswa dan masyarakat sumsel membuat kita kemudian apatis”, tandasnya.

Sementara, Direktur Bakornas LKMI, Rapil Ansen mengutarakan, mahasiswa itu fungsinya cukup strategis, bisa menjadi pembina, dan bisa juga menjadi pendamping masyarakat.

“Cukup banyak dalam cacatan saya, wilayah Sumsel cukup maju, tapi cenderung masih tertinggal dari wilayah lainnya. Dan kita semua disinilah yang bisa membuatnya maju mengejar ketinggalannya, kontribusi kita bisa juga melalui tulisan,” tandasnya. (rls/dre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here