Jelang Pilkada, Pemkot Tangsel Tak Bisa Lagi Rotasi Pejabat

METROTANGSEL.COM, Serpong – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan, menegaskan Pemerintah Kota Tangsel sudah tak dapat lagi melakukan rotasi dan mutasi pejabat.

“Larangan ini sesuai Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), bahwa delapan bulan jelang pencalonan sudah tidak lagi ada rotasi dan mutasi,” ungkap Ketua Bawaslu Tangsel Muhamad Acep, Minggu (19/1/2020).

Menurut Acep, dengan aturan itu maka, Pemkot Tangsel, seharusnya terakhir melakukan rotasi dan mutasi pada 7 Januari 2020.

“Kalau di aturan delapan bulan menjelang Pilkada, maka terakhir itu 7 Januari 2020. Itu artinya sampai delapan bulan ke depan sudah tidak ada lagi rotasi dan mutasi di jajaran ASN Tangsel,” ucapnya.

Kecuali, lanjut dia, pejabat walikota Tangsel mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri, untuk melakukan rotasi dan mutasi.

“Kalau mau ada rotasi, Walikota harus meminta izin dulu sama Kemendagri. Kalau diperbolehkan ya silahkan, tapi juga harus memberi informasi bahwa sudah dapat izin dari Kemendagri bukan baru mengusulkan,” katanya.

Bawaslu Tangsel mengancam, jika aturan itu tidak diindahkan, maka sanksi tegas berupa pembatalan pasangan calon akan dilakukan.

“Karena Tangsel ada petahana (wakil Walikota Benyamin Davnie), berarti sanksinya sebagaimana undang undang bisa dibatalkan sebagai pasangan calon nantinya,” tambahnya.(jun/sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here